News Room, Kamis ( 04/06 ) Dengan Penemuan Kasus flu burung di berbagai tempat seperti di Kabupaten Pamekasan, Bangkalan, Jember dan Situbondo, membuat Kabupaten Kabupaten Sumenep saat ini terkepung oleh virus flu, apa lagi ke 4 Kabupaten merupakan akses trasportasi utama baik melalui darat maupun laut. Menyikapi Ancaman tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep bergerak cepat menggelar rapat koordinasi pengendalian dan kewaspadaan terhadap Flu Burung (Avian Influienza) pada Kamis (04/06) siang di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sumenep. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. H. Djasmo, MM, rapat koordinasi ini digelar bertujuan agar penularan virus flu burung tidak sampai terjadi di Kabupaten Sumenep. “Kami mengevaluasi seluruh kegiatan dalam rangka pencegahan virus flu burung, diantaranya mengevaluasi hasil surveilans yang dilakukan Tim PDSR (Participatory, Disease, Surveillance And Response) bentukan Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep, serta hasil Rapit Test/pengujian secara acak terhadap ayam-ayam yang ada di Kabupaten Sumenep,†tegasnya. H. Djasmo mengatakan dari hasil evaluasi yang dilakuakn hingga maret 2009 Tim PDSR telah berhasil melakukan surveilans di 89 Desa pada 16 Kecamatan, sedangkan untuk hasil Rapt Tast yang dilakukan hingga saat ini Sumenep masih dalam kategaori bebas dari Virus H5N1. “Namun Hal tersebut bukan berarti Sumenep Aman dari Ancaman Flu Burung,†teganya. H. Djasmo mengukabkan untuk terus mencegah penularan Virus Flu Burung di Kabupaten Sumenep, dalam Rapat Koordinasi tersebut juga di juga dibicarakan rencana kegiatan yang akan dilakukan, Diantaranya Peningkatan kegiatan Surveilans baik dalam hal volume, Frekuensi maupun cakupan, peningkatan pengawasan terhadap masuknya unggas ke Kabupaten Sumenep. (Gun)