News Room,Rabu ( 25/06 ) Dalam rangka Dies Maulidiyah STITA (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah) Usymuni Terate Sumenep mengadakan kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Nasional Sertifikasi dan Peningkatan Profesionalisme Guru yang diikuti sebanyak 900 peserta, bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Sumenep. Pimpinan STITA Usymuni Terate, Drs. KH. Safraji, M.Hi mengatakan, bahwa STITA Usymuni Terate ini merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Sumenep yang telah memperoleh izin dari Kopertis Jawa Timur Nomor 1/220 B/2007 dengan mahasiswa keseluruhan berjumlah 358 orang dan merupakan tindak lanjut dari Yayasan Raden Rahmat Malang. KH. Safraji menegaskan, bahwa pelaksanaan Diklat ini bukanlah kampanye menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Sementara itu Bupati Sumenep diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh Rais, S.Pd, M.Si saat membuka Diklat Nasional mengatakan, paradigma pendidikan harus memberikan acuan untuk memelihara dan menjaga masyarakat dari ancaman degradasi sosiokultural, walau di sisi lain kemajuan pendidikan itu sendiri telah berdampak terhadap perkembangan sosiokultural itu sendiri. Selain itu lanjut Bupati, pendidikan di Indonesia juga harus menghadapi tantangan, dimana terdapat 4 masalah yang harus dihadapi, diantaranya tantangan terhadap pengingkatan nilai tambah added value yaitu tuntutan produktifitas nasional melalui pertumbuhan dan pemerataan ekonomi demi mengupayakan kesinambungan pembangunan, tantangan untuk melakukan kajian mendalam dan koprehensif untuk menghadapi perubahan yang terjadi di masyarakat, tantangan arus globalisasi dengan meningkatkan SDM melalui ilmu pengtahuan dan seni, serta menjauhkan pendidikan dari kolonialisme Iptek, Ekonomi, dan Politik. Oleh karena itu, lembaga pendidikan bertugas untuk menciptakan sebuah wadah educated sosiety untuk menjawab segala tantangan yang ada. ( JuP-01, Esha )