News Room, Senin ( 23/01 ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep memprogramkan kembali pemberdayaan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) nyamuk pada 2012. Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Drs. Sukirman, Senin (23/01) menjelaskan, pihaknya memprogramkan pemberdayaan Jumantik, karena program sebelumnya yang dilakukan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur 2011, guna menekan penyebaran kasus demam berdarah, ternyata sangat berhasil. Pihaknya merencanakan pemberdayaan Jumantik tahun ini di 5 Puskesmas, yakni Puskesmas Pandian, Pamolokan, Saronggi, Bluto, dan Manding, dengan jumlah Desa sebanyak 20 Desa, di 5 wilayah kerja Puskesmas tersebut. ”Program pemberdayaan Jumantik itu untuk mengefektifkan kinerja Jumantik supaya rutin memantau jentik di tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembang biakan nyamuk diwilayah kerjanya. Sekalgius menggugah kesadaran warga supaya menggiatkan kembali gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).”tegasnya. Sukirman menyatakan, program pemberdayaan Jumantik melibatkan 10 orang petugas di setiap Puskesmas untuk mengikuti pembekalan teknis dalam program tersebut. Pihaknya optimis dengan pemberdayaan Jumantik, bisa menekan angka penderita deman berdarah, karena bercermin pada pemberdayaan Jumantik oleh Dinas Kesehatan Jawa Timur di Kelurahan Kepanjin, dan Bangselok, mampu mengurangi angka penderita demam berdarah pada tahun 2011 di Kelurahan tersebut pada tahun 2011. ”Kami berharap, semoga program pemberdayaan Jumantik pada 2012 ini bisa berjalan sesuai harapan,”ungkpanya. Sementara itu, data yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, angka penderita demam berdarah tahun 2010 sebanyak 641 orang, dan tahun 2011 sebanyak 124 orang. ( Yasik, Esha )