News Room, Jumat ( 20/02 ) Masih banyaknya jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumenep, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep terus melakukan langkah-langkah, guna mencegah dan mengurangi korban serangan DBD hingga di pelosok Desa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, melalui Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan, dr. Hj. Dwi Regnani, M.Kes kepada News Room, Jumat (20/02) mengungkapkan, jika jumlah penderita DBD di Sumenep terus bertambah. Yakni, sejak Januari hingga Februari 2015, jumlah penderita DBD sudah mencapai 579, dengan 5 korban meninggal, 3 orang di bulan Januari, dan 2 orang di bulan Februari.
“Disamping terus melakukan sosialisasi tentang DBD melalui petugas yang ada di masing-masing Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang ada di sejumlah Desa, serta kegiatan fogging juga terus dilakukan, khususnya di daerah endemis,”jelasnya.
Meskipun diakui, kegiatan fogging merupakan upaya akhir yang dilakukan, karena sebenarnya di tempat yang dilakukan fogging ternyata masih terdapat jentik nyamuk. Karena itu, pihaknya terus menghimbau masyarakat tetap melakukan pembersihan lingkungan, agar tetap bersih, sedikitnya seminggu sekali menguras bak mandi dan membersihkan tempat-tempat yang menjadi genangan air.
“Disamping itu, kami juga menyebarkan obat abate kepada masyarakat secara gratis melalui Puskesmas-puskesmas, jika masih ada warga yang belum menerima bisa minta ke Puskesmas terdekat,”tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan jumlah penderita DBD di Sumenep yang tersebar di 141 Desa. Penderita terbanyak di Kecamatan Saronggi dan Kota Sumenep. Untuk di Kecamatan Saronggi saja jumlah penderita mencapai 148 orang. Sedangkan di Kecamatan Kota Sumenep sebanyak 121 penderita. ( Ren, Esha )