News Room, Selasa ( 01/09 ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep gelar Pertemuan Penanggulangan Anemia Gizi Besi Bagi Ibu Hamil di Aula Kantor Diskominfo Sumenep, Selasa (01/09), yang diikuti sebanyak 80 orang ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) yang merupakan pasien sejumlah Puskesmas di Sumenep.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. H. Fatoni, M.Si pada pembukaan kegiatan tersebut mengatakan, Anemia Gizi Besi (AGB) banyak diderita oleh wanita hamil, wanita menyusui, dan wanita usia subur pada umumnya, karena fungsi kodrati (haid, hamil, melahirkan, dan menyusui) yang mengakibatkan kebutuhan Zat Besi/Fe meningkat lebih tinggi, ketimbang kelompok lain.
Karena itu, kebutuhan akan pentingnya zat gizi selama trimester I relatif sedikit yaitu 0,8 miligram sehari, kemudian meningkat pada trimester II dan III hingga 6,3 miligram sehari.
“Jadi, pemberian suplemen zat besi sangat penting bagi ibu hamil, tablet zat besi dalam bentuk fero lebih mudah diserap, ketimbang bentuk ferri,”ungkapnya.
Sementara Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Hj. Ida Winarni, S.ST, mengungkapkan tujuan diadakannya pertemuan ini untuk memberikan informasi tentang nutrisi penting di masa penting pertumbuhan anak untuk mewujudkan gerakan anak sehat dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) serta konseling menyusui.
“Sebab, asupan dengan komposisi yang benar sangat penting bagi ibu hamil, yang akan melahirkan generasi yang prima.”ungkapnya.
Ditambahkan, pentingnya penanggulangan anemia gizi besi bagi ibu hamil, menurut Ida Winarni, karena disamping untuk kesehatan ibu juga untuk proses perkembangan organ dan otak pada bayi. ( Ren, JuP-02, Esha )