News Room, Jum’at ( 01/08 ) Setelah Tim Penyidik Polres Sumenep melakukan pemeriksaan terhadap 11 ABK KM Jabal Rahmah III yang karam di perairan Desa Lombang, maka diketahui, jika kapal tersebut sedang mengangkut pupuk Ponska sebanyak 200 ton, yang habis tenggelam secara bersamaan dengan kapal. Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, penyebab tenggelamnya kapal itu diduga akibat kerusakan mesin, yang dihantam angin kencang dan ombak besar, sehingga menyebabkan lambung kapal bocor dan kemasukan air. “Petistiwa itu terjadi sebelum memasuki pulau Masalembu,â€Âterangnya. Untuk proses pemulangan 11 ABK KM Jabal Rahmah III yang sebagian besar warga Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Selatan tersebut, Mualimin mengatakan, akan berkoordinasi dengan Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sumenep. “Biasanya musibah seperti ini, pemerintah daerah melalui Dinas Kesejahteraan Sosial memberikan bantuan berupa dana pemulangan ke kampung halamannya,â€Âujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sumenep, H. Saiful Anwar, SH, M.Si ketika dihubungi via telepon mengaku akan memberikan bantuan pemulangan kepada para ABK KM Jabal Rahmah III itu. Sebab, itu merupakan musibah dan layak mendapatkan bantuan. Namun, dengan catatan, jika para ABK tersebut dianter oleh aparat kepolisian. “Pemberian bantuan itu juga memiliki mekanisme, diantaranya keterangan aparat kepolisian, dan besaran bantuan itu akan disesuaikan dengan kekuatan anggaran yang ada,â€Âtegasnya. Data yang berhasil dihimpun News Room, ke 11 awak KM Jabal Rahmah III itu, yakni H. Osmah, Rudi Haslim (nakhoda), La Mudiana, La Hadi, Murdianto, Hayat, Ismail, La Jadu, La Sima, (semuanya warga Wakatobi), La Jai Dani (warga Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Ambon), dan Erik (warga Nunukan Kalimantan Selatan). ( Nita, Esha )