Sumenep-Infokom News Room : Kepala Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur, Binsar Tua Siregar ketika ditemui di Kantornya Jl. Gayung Kebonsari Surabaya, Jumat (24/02) mengatakan, Pemerintah Propinsi Jawa Timur selalu memperhatikan dan memberi bantuan kepada pengungsi Sampit. Bantuan itu berupa dana, agar bisa dimanfaatkan untuk melakukan usaha, sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Menurut dia, pada tahun 2005 pihaknya telah mengucurkan bantuan dana kepada pengungsi sebesar Rp. 500.000/orang dan untuk tiap-tiap Kepala Keluarga (KK) mendapat tambahan dana sebesar Rp 3 juta. Bantuan itu dipergunakan untuk biaya tempat tinggal, makan dan transport ke Sampit. Data Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur menyebutkan, pengungsi yang mendapatkan bantuan tersebut, antara lain di Sampang sebanyak 11.609 orang, Bangkalan 388 orang dan Sumenep 407 orang. “Meski mereka telah diberi bantuan biaya, tetapi masih banyak yang tinggal di sini (Madura-red). Kita memang tidak bisa melarang hal itu, yang terpenting mereka dapat hidup rukun dengan masyarakat sekitarnya�, tuturnya. Binsar berharap, kejadian seperti pengungsi Sampit tidak akan terjadi lagi, karena dapat membuat Indonesia tidak bisa maju. Sebab, uang yang seharusnya dipergunakan untuk pembangunan, dialihkan untuk keperluan pengungsi. “Pembangunan di negara kita tidak akan bisa berjalan dengan baik, apabila masih terjadi konflik seperti di Sampit� imbuhnya. ( Info Jatim, Esha )