News Room, Selasa ( 20/10 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama pengelola sejumlah lokasi wisata religi setempat, secara rutin berkoordinasi guna menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan.
"Kami memang tidak terlibat dalam pengelolaan lokasi wisata religi, tapi kami senantiasa melakukan koordinasi untuk menyamakan persepsi," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Sufiyanto, SE, M.Si, Selasa (20/10/2015).
Ia menuturkan, pihaknya memang harus bersinergi dengan pengelola lokasi wisata religi tersebut dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan dengan harapan nantinya ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumenep.
"Makanya dalam koordinasi itu kami melakukan pembinaan supaya pengelolanya bisa memberikan pelayanan yang prima kepada para wisatawan. Bimbingan teknis kepada perwakilan dari pengelola dua daya tarik wisata sudah kita lakukan supaya memiliki kemampuan sebagai pemandu wisata," terangnya.
Adapun lokasi wisata religi di Sumenep yang sering dikunjungi para wisatawan, untuk sementara didominasi wisatawan nusantara, diantaranya Masjik Jamik dan Asta Tinggi (tempat pemakaman Raja Sumenep) di Kecamatan Kota.
"Sejak dulu, Masjid Jamik dan Asta Tinggi telah menjadi daya tarik wisata di Sumenep dan keberadaannya juga diakui oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Setiap tiga bulan sekali, kami bertemu dengan pengelola dua daya tarik wisata tersebut," ujarnya. ( Nita, Fer )