News Room, Rabu ( 13/04 ) Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep tetap menargetkan peningkatan hasil retribusi yang dikelola Dinas Perhubungan selama ini. Minimal tetap bisa melebihi dari target yang ditentukan tahun 2011 ini, yakni sebesar Rp. 510 juta. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, H. Ach. Nur Salam, Ssos, MSi ketika ditemui News Room di kantornya, Rabu (13/04). Hal tersebut sehubungan upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sumenep yang masih dianggap sangat kecil dibandingkan daerah lain. “Kalau tahun 2010 lalu hasil retribusi Dishub Sumenep mencapai 103 persen, yakni terdapat tambahan Rp.19 juta dari target yang ditentukan, setidaknya kami tetap berupaya mencapai angka yang sama, syukur bisa lebih,”ungkapnya. Dijelaskan, beberapa potensi distribusi yang dihasilkan Dinas Perhubungan jelas H. Nur Salam, yakni pada retribusi uji kendaraan bermotor (KIR) menempati nilai tertinggi kemudian retribusi terminal, pelabuhan, parkir, toko, kios dan kantin serta retribusi dari beberapa aset yang disewakan. Sementara dalam rangka pencapaian peningkatan PAD nantinya tegas Salam, pihaknya akan menyesuaikan beberapa pelaksanaan kegiatan retribusi dengan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang saat ini sudah banyak diterapkan di beberapa daerah lain di Indonesia. Sebab, retribusi yang diberlakukan di Kabupaten Sumenep saat ini merupakan produk 10 tahun lalu. Karena itu pihaknya berharap pengajuan rancangan Peraturan Daerah (Perda) yang akan mengatur soal retribusi oleh Bagian Hukum Setkada Kabupaten Sumenep segera bisa dibahas bersama Legislatif. Namun, yang paling penting pula menurut mantan Kabag Pemdes ini, pihaknya berupaya melakukan berbagai terobosan terkait upaya peningkatan retribusi, yakni dengan memperketat pengawasan dan analisa setiap ada penerimaan retribusi. “Terobosan lain nantinya dengan upaya merealisasikan parkir berlangganan yang diharapkan dapat menambah PAD Kabupaten Sumenep seperti daerah lain yang lebih dulu menerapkan,”pungkasnya. ( Ren, Esha )