Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-10-2009
  • 633 Kali

Dishutbun Sumenep Bagikan Kompor Jarak Bagi Petani

News Room, Rabu ( 14/10 ) Sebagai tindak lanjut program konservasi tanaman jarak pagar yang sempat dicanangkan secara nasional sejak tahun 2007 lalu untuk menanggulangi kelangkaan BBM, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep menindak lanjuti dengan memberikan bantuan berupa kompor jarak kepada para kelompok tani, yang sebelumnya sempat mendapat bantuan bibit jarak pagar, melalui para penyuluh pertanian setempat. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dishutbun Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang Sumberdaya dan Penyuuluhan, Daryoko, SE ketika ditemui News Room tadi siang, Rabu (14/10) di kantornya. Menurutnya. pemberian bantuan kompor jarak tersebut diharapkan dapat membantu petani yang selama ini menanam jarak, namun kesulitan dalam pemasarannya. “Memang sebelumnya ada keluhan dari petani, karena ternyata hasil panen jarak pagar harganya sangat rendah dan hampir tidak imbang dengan pemeliharaannya. Karena itu, dengan bantuan kompor jarak ini setidaknya mereka bisa memanfaatkan hasil biji jarak sebagai bahan bakarnya,”ujar Daryoko. Dijelaskan, pemberian bantuan kompor jarak itu perupakan program penyuluhan penerapan teknologi pertanian tepat guna yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Sumenep 2009 ini. Bantuan yaqng diberikan memang baru sebanyak 86 kompor jarak yang dibagikan kepada para kelompok tani yang tersebar di 19 Kecamatan. Namun yang terbanyak, yakni di Kecamatan Kalianegt tepatnya di Desa Kalianget Barat dan Kalimo’ok. Sedangkan pemanfaatannya menurut Daryoko, untuk biji jarak kering dalam 1 kilogram bisa dipergunakan selama 5 jam. Dan kompor jarak tersebut bisa dipergunakan memasak makanan maupun air sebagaimana biasanya kompor yang menggunakan bahan bakar minyak tanah. Hanya saja, karena ini merupakan barang baru, perlu adanya penyesuaian dalam penggunaannya. ( Ren, Esha )