News Room, Jum’at ( 31/10 ) Sejak Senin kemarin Sebanyak 71 anak putus sekolah mendapat bimbingan dari Tutor Program Pengurangan Pekerja Anak Program Keluarga Harapan (P3A PKH) Kabupaten Sumenep yang dilaksanakan Disnaker Sumenep. Menurut Kepala Disnaker Kabupaten Sumenep, Drs. H. Madani, M.Si, saat di konfirmasi News Room Jumat (31/10) diruang kerjanya, dalam kegiatan pembinaan tersebut pihaknya sudah memilih Tutor yang dianggap benar-benar bisa menjadi motivator anak putus sekolah agar mereka mereka kembali bersekolah. “Disamping akan mendampingi anak di kelas selama sebulan, dalam kegiatan tersbut selama lima bulan para tutot juga akan mendatangi rumah para anak putus sekolah yang memilih bekerja, dan akan diajak untuk kembali ke bangku sekolah seperti anak sesusianya. Untuk tahap pertama menurut Madani, baru diambil 6 pendamping dan 6 orang Tutor, namun ketika uji coba ini berhasil maka kemungkinan program ini bisa berlanjut dan untuk akank yang dibina sebanyak 71 anak dari target 80 anak RSTM putus sekolah. Untuk pemberian bimbingan dilakukan sengan mengkarangrina mereka dua tempat, yakni di Balai Latihan Kerja (BLK) UKM Sumenep dan Sanggar Kegiatan dan Belajar (SKB) Batuan, sehingga proses pendampingan lebih optimal dan mereka akan kembali termotivasi untuk bersekolah kembali. “Awalnya kita memang kesulitan mengajak mereka memngikuti bimbingan dan selama sebulan di penampungan, dan beberapa anak ada yang minta pulang, namun dengan pendekatan yang diulakukan pendamping dan tutor mereka akhirnya mereka tetap bertahan.â€ÂUjar Madani. Menurut Madani, para anak putus sekolah yang dibina tidak hanya bagi masyarakat Kecamatan daratan saja, namun juga ada yang dari Kepulauan. Diharapkan program tersebut berhasil dan sesuai yang diharapkan. Sehingga nantinya mereka kembali menempuh pendidikan.(Ren,Gun)