Sumenep-Kominfo News Room : Secara substansial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep menangani masalah pengelolaan tenaga kerja, baik sebelum memperoleh pekerjaan maupun pasca bekerja serta penanggulangan tenaga kerja, terutama yang berkaitan dengan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Hal itu dijelaskan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep, Drs. H. Madani, M.Si ketika berlangsung acara dialog interaktif di Radio Gema Sumekar, (RGS) Sumenep, Selasa (11/04). Ketika menjawab pertanyaan pendengar yang berkaitan dengan upaya pemerintah dalam mengatasi pengangguran di Kabupaten Sumenep, H. Madani menjelaskan, bahwa masalah tenaga kerja merupakan hal yang strategis dan multi dimensi, seperti dengan banyaknya pengangguran akan menimbulkan masalah sosial. Oleh karena itu, beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep diantaranya upaya menciptakan lapangan kerja dengan meningkatkan SDM sesuai dengan kebutuhan, seperti pelatihan keterampilan. Kemudian upaya menciptakan lapangan kerja dengan melihat potensi dan peluang yang ada seperti masalah perikanan, pertanian. Dan upaya lainnya adalah dengan program padat karya yang diperuntukkan bagi pekerja musiman. Menyinggung tentang kemungkinan menerapkan program transmigrasi lokal, H. Madani menjelaskan, bahwa sebelum Otonomi Daerah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mengajukan proposal kepada pusat, namun hal tersebut ditolak dengan pertimbangan lokasi atau lahan kosong di luar Madura masih banyak. Namun dengan Otonomi Daerah, pihaknya akan mencoba kembali mengajukan proposal kepada pusat untuk menerapkan transmigrasi lokal (translok), terutama di pulau yang tidak berpenghuni. ( Kh, Esha )