Sumenep-Kominfo News Room : Stok barang di Jawa Timur untuk kebutuhan 4 bulan ke depan hingga Desember 2006, dapat dipandang cukup, termasuk pendistribusiannya sampai ke daerah-daerah. Oleh sebab itu masyarakat tidak perlu repot, dalam arti kecenderungan masyarakat untuk memborong barang-barang. Dalam mengantisiapasi melonjaknya harga barang, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Kabupaten Sumenep sudah melakukan langkah-langkah, seperti halnya melakukan pertemuan dengan pihak Pabrikan, khususnya bidang sembako, bahwa untuk suplay barang sudah siap termasuk pihak Bulog. Demikian tegas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Kabupaten Sumenep, Ir. H. Budi Dadik, MM pada acara Interaktif di Radio Gema Sumekar (RGS) Sumenep, Kamis (07/09). H. Budi Dadik berharap agar para pelaku ekonomi, cintailah masyarakat khususnya di Kabupaten Sumenep, sehingga kita hidup dalam keadaan sejahtera bersama, nikmat bersama. Dalam arti tidak hanya pemerintah saja yang berbuat sesuatu, akan tetapi kepada seluruh stake holder juga ikut terlibat langsung. Lebih lanjut H. Budi Dadik mengatakan, bahwa kedepan, sistem ekonomi kita akan diserahkan pada pasar, pasar akan lebih menentukan. Jadi, para pelaku pasar, baik itu sifatnya perorangan maupun koperasi hendaknya lebih hati-hati, karena kepentingan pasar lebih utama, termasuk keberadaan Dolog akan difungsikan sebagai lembaga yang sama dengan pelaku ekonomi lain. Ketika disoal tentang keberadaan lembaga perlindungan konsumen di Kabupaten Sumenep, pihaknya menjawab, bahwa Lembaga Perlindungan Konsumen itu sifatnya independen, bukan dari unsur pemerintah. Pemerintah fungsinya hanya sebatas dalam pengawasan, oleh sebab itu masyarakat agar lebih hati-hati bila membeli barang, utamanya dalam menghadapi bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. ( Soek, Esha )