News Room, Selasa ( 02/04 ) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, terus memantau perkembangan harga bawang, baik bawang putih maupun merah. Berdasarkan hasil pantauan di pasar tradisional, yakni pasar Anom dan Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, kemarin (01/04), harga bawang putih mulai turun. Saat ini, harga bawang putih berada diangka Rp. 28.000,00 per kilogram, menurun dibandingkan pekan lalu yang mencapai harga Rp. 42.000,00 per kilogram. Kasi Informasi Kerjasama Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Abd. Gaffar, menjelaskan, penurunan harga bawang putih diduga pengiriman dari luar sudah lancar. Hasilnya, harga bawang putih berangsur-angsur turun sebanyak Rp.14.000,00 per kilogram, dari Rp. 42.000,00 menjadi Rp. 28.000,00 per kilogram. Meski ada penurunan pada bawang putih, namun pemantauan terhadap perkembangan harga kebutuhan dapur tetap dilakukan. Sebab, sebagian komoditas justru mengalami kenaikan harga, seperti bawang merah dari sebelumnya seharga Rp. 36.000,00, sekarang menjadi Rp. 40.000,00 per kilogram. Bahkan, cabe kecil biasa belum mengalami perubahan harga, tetap bertahan Rp. 38.000,00 per kilogram. Tingginya harga bawang merah dan cabe kecil biasa ini, sama-sama disebabkan faktor cuaca. Beberapa daerah produsen mengalami gagal panen karena tingginya curah hujan. Banyak yang busuk karena terkena hujan, sehingga stoknya sedikit. Sedangkan untuk cabe rawit turun dari Rp. 38.000,00 menjadi Rp. 35.000,00 per kilogram. Dan cabe merah besar juga mengalami penurunan harga, dari Rp. 15.000,00 menjadi Rp. 13.000,00 per kilogram. ( Nita, Fery )