Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-11-2014
  • 388 Kali

Disperindag Temukan Merica Oplosan Beredar Di Pasar Tradisional

News Room, Senin ( 10/11 ) Staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, menemukan adanya merica oplosan beredar di pasar tradisional setempat. Hasil pantauan yang dilakukan pada Senin (10/11) pagi, hanya ditemukan satu pedagang saja yang menjual belikan merica oplosan tersebut, berlokasi di Pasar Anom Baru Sumenep. Kepala Disperindag Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si menjelaskan, sejak pertengahan Oktober kemarin, pihaknya kerab menerima informasi dari masyarakat terkait adanya merica palsu di pasar tradisional. Sejumlah petugas pun melakukan pemantauan ke pasar-pasar tradisional. “Warga yang datang ke kami mengeluhkan merica yang dibelinya tidak seperti biasanya. Baunya kurang sedap. Diduga ada campuran. Petugas kami langsung memantau secara intensif ke pasar-pasar tradisional,”kata H. Syaiful, Senin (10/11). Pantauan pada Senin (10/11) pagi, ternyata membuah hasil yakni ditemukan merica oplosan disalah satu pedagang di Pasar Anom Sumenep. “Awalnya petugas kami curiga dengan kondisi merica berwarna agak putih. Mereka lalu berinisiatif membelinya, yang ternyata ketika diteliti merica itu bercampur dengan merica palsu. Ya dioplos, kalau dilihat sekilas tidak kelihatan. Tapi, ketika dipegang lalu dihamburkan akan tampak adanya merica palsu yang terbuat dari singkong kering, dan dibentuk bulat layaknya merica,”terangnya. H. Syaiful menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendekatan terhadap pedagang yang ketahuan menjual merica oplosan guna mengetahui dari mana barang tersebut didapat. “Kami masih mendekati sang penjual merica oplosan, untuk mengetahui asal barang itu. Selanjutnya kami akan lakukan teguran sambil berkoordinasi dengan kepolisian guna melakukan pemantauan dipasaran. Kalau diketahui ada yang menjual merica oplosan lagi akan langsung disita barangnya,”tegasnya. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati ketika membeli merica dipasar-pasar, karena tidak menutup kemungkinan masih ada pedagang usil yang menjual merica oplosan. “Pantauan terus kita tingkatkan, guna menekan semakin meluasnya pedagang merica oplosan itu. Kami tidak ingin para konsumen dirugikan akibat ulah pedagang,”ungkapnya. ( Nita, Esha )