News Room, Senin ( 02/06 ) Sejak seminggu sebelum kenaikan BBM dan setelah pemberlakukan BBM dalam seminggu ini, pihak distributor minuman kemasan mengaku masih belum bisa menentukan kenaikan harga jual ke agen-agen dibawah. Sebab masih harus dilakukan kalkulasi besaran kenaikannya, dan harus menyesuaikan dengan pemberlakukan ongkos kirim. Hal itu diakui salah seorang distributor minuman di Sumenep. Robin Budiyanto ketika ditemui di kantornya Senin (02/06). Menurutnya, kesulitan dalam menentukan harga kepada agen-agen dibawahnya, sehubungan masih belum bisa menghitung jumlah pengeluaran ongkos kirim dari distributor ke agen terhadap biaya transportasi yang harus dikeluarkan. Karena itu Robin mengaku, sebagai distributor yang tidak ingin merugikan maupun mengecewakan semua pihak, akhirnya mau tidak mau harus memberikan layanan ekstra kepada agen atau pedagang yang memang sudah menjadi pelanggan. Meski dengan terus terang, ketika dikalkulasikan agen harus menambah ongkos kirim sebagai konsekuensi kenaikan biaya transportasi akibat kenaikan BBM. Keadaan tersebut karena memaksa harus dilakukan seperti itu agar para agen juga tidak mengalami kerugian pada saat kenaikan BBM benar-benar terjadi pada semua transportasi. Seperti halnya ke kepulauan di Sumenep yang harus melalui transportasi laut yang kabarnya mulai hari ini akan ada kenaikan transportasi kapal. “Jika sampai penyeberangan naik, dipastikan akan ada kenaikan lagi. Sebab dalam waktu seminggu ini, sejak diberlakukan kenaikan BBM kita belum bisa menentukan harga. Namun kita juga masih menunggu kenaikan kapal. Dimungkinkan akan ada kenaikan lagi apabila benar-benar tarip kapal naik.†ungkap Robin, pemilik UD. Sarua Subur Sumenep ini. Jadi, kenaikannya hanya pada ongkos kirim dan belum pada dampak kenaikan BBM-nya, kurang lebih menaikkan 10 hingga 15 persen. Karena itu nantinya dimungkinkan akan ada kenaikan lagi. Bahkan Robin mengaku, dampak yang paling parah sekarang, bagi pengusaha keliling yang biaya operasionalnya lebih besar dari profitnya. Sementara yang terjadi biasanya para pelanggan seminggu sebelum harga naik mereka minta ekstra. Terbukti, volume pengambilan sebelum kenaikan diakui Robin, memang ada peningkatan tapi dengan harga ekstra tadi, artinya masih dengan harga semula, tapi dengan pembayaran case. Apabila tidak harus dengan harga yang sudah dinaikkan. Namun setelah kenaikan BBM permintaan justeru menurunan sekitar 30 hingga 40 persen dari sebelumnya. ( Ren, Esha )