Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-09-2009
  • 379 Kali

Ditjen Purbakala Depbudpar Kunjungi Sumenep

News Room, Rabu ( 09/09 ) Direktorat Jenderal (Ditjen) Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata berkunjung ke Kabupaten Sumenep selama 2 hari, sejak tanggal 8 hingga 9 September 2009. Kehadiran Tim Ditjen Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata itu dalam rangka kegiatan "press tour" di Kabupaten Sumenep dengan melibatkan berbagai media massa. Kasubdit Dokumentasi dan Publikasi Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sri Suharni, Rabu (09/09), mengatakan, tujuan press tour ini untuk meningkatkan peren media, baik cetak dan eloktronik dalam menyebar luaskan informasi nilai-nilai sejarah di Kabupaten Sumenep. Melalui publikasi itu diharapkan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat pers terhadap penyebar luasan nilai-nilai sejarah dan meningkatkan aspresiasi pers bidang kesejarahan, khususnya tentang situs dan benda yang mempunyai nilai sejarah. ’’Dengan adanya publikasi sejarah di Kabupaten Sumenep tentunya masyarakat Indonesia secara umum bisa mengetahui nilai-nilai sejarah dan mengetuk tularkan pada generasi muda, khususnya pelajar,”tegasnya. Sri Suharni menyatakan, setelah mengunjungi lokasi sejarah Kabupaten Sumenep pihaknya melanjutkan kegiatan press tour ke Kabupaten Pamekasan, Sampang dan Kabupaten Bangkalan. Sementara lokasi kunjungan Tim di Kabupaten Sumenep, yakni Masjid Agung Kota Sumenep, Benteng dan Gedung Sentral Peninggalan Belanda, Asta Tinggi (Makam Para Raja Sumenep), Komplek Keraton Sumenep, beserta Labang Mesem, Taman Sare, dan Museum Sumenep. Sedangkan di Kabupaten Pamekasan diantaranya makam Panembahan Ronggosukowati (Makam Raja Islam Pertama di Pamekasan), Langgar Gayam, Sumur Teratai dan Baju Gayam, dan Asta Batu Ampar. Di Kabupaten Sampang, yakni Makam Rato Ibu, Makam Sonto Merto, dan Sumur Daksa, serta di Kabupaten Bangkalan diantaranya Makam Aermata Ebu, Makam Agung Arus Baya, dan Mercu Suar 1879. ( Yasik, Esha )