News Room, Senin ( 06/04 ) Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), meminta Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk jujur dalam menyelenggarakan Ujian Nasional (Unas).
Anggota DPKS, Firdaus, menjelaskan, selama ini Disdik terkesan tidak jujur ketika melaksanakan Unas. “Ketidak jujuran itu terlihat adanya bocoran soal atau kunci jawaban, atau dibantu mengisi lembar jawaban,"kata Firdaus, Senin (06/04).
Oleh karena itu, pihaknya meminta pada pelaksanaan Unas tahun 2015, Disdik lebih serius dan siswa benar-benar diberi kesempatan untuk mengikuti UN, tanpa ada bocoran soal atau kunci jawaban, sehingga hasil Unas itu benar-benar murni, bukan karena polesan.
"Kami melihat selama ini, Unas hanya sebatas rutinitas tahunan bagi siswa kelas 3, baik SMP sederajat maupun SMA sederajat. Jangan karena hasil nilainya ingin tinggi, tapi disisi lain menghalalkan berbagai cara,”terangnya.
Ia berjanji, dalam pelaksanaan Unas tahun 2015 pihaknya akan mengawasi, agar penyelenggara Unas tidak main-main. “Pengawasan untuk pelaksanaan UN tahun ini akan ditingkatkan, agar nilai akhir yang keluar benar-benar bukan hasil oret-oretan,”tegasnya.
Sesuai jadwal, Unas tingkat SMA sederajat akan dilaksanakan pada tanggal 13 hingga 15 April 2015. Sedangkan untuk Unas tingkat SMP sederajat pada tanggal 4 hingga 6 Mei 2015. ( Nita, Esha )