Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-03-2024
  • 226 Kali

Drone di SEGTA 2024, dan Upaya Pengembangan Pariwisata di Gili Iyang

Media Center, Ahad (03/03) Hari ketiga SEGTA (Sustainable Energy and Green Technology Applications) 2024, rombongan peserta dan panitia menyebrang ke Gili Iyang untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekitar, Ahad (03/03/2024). 

Tak hanya berkutat di bidang teknologi dan energi, kali ini SEGTA 2024 juga mengusung beberapa tema pengabdian kepada masyarakat yang berbeda, salah satunya adalah konsep pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan drone.

Dosen Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Mohammad Aldo Setiawan, S.Si., M.Sc.Eng. bersama dosen Teknik Elektro, M. Syahril Mubarok, Ph.D. mengawal kegiatan tersebut. 

"Kami awali dengan penjelasan mengenai penggunaan drone, di mana akhir-akhir ini semakin marak penggunaan drone untuk keperluan pribadi atau tujuan rekreasional. Padahal perlu memperhatikan beberapa hal-hal untuk menerbangkan drone, seperti sertifikasi untuk menerbangkan drone, atau keselamatan sekitar saat menggunakan drone," jelas Aldo.

Aldo juga menjelaskan tentang potensi penggunaan drone untuk kepentingan pariwisata. Khususnya dalam hal pengembangan pariwisata Batu Canggah yang terletak di sisi Selatan Gili Iyang.

Selanjutnya, para peserta bekerjasama untuk mengidentifikasi sisi terbaik di Batu Canggah untuk menangkap dokumentasi aerial (dari udara). 

"Diharapkan praktik bersama ini dapat menghasilkan skenario terbaik dari perspektif aerial oleh pilot drone, sehingga dapat meng-capture keindahan pantai Batu Canggah dengan goanya yang terbentuk secara alami," ujar Aldo.

Hasil dari kegiatan, berupa satu foto atau video dari masing-masing peserta, diposting di Instagram. Harapannya dapat membantu mempromosikan Batu Canggah dan Gili Iyang, sebagai salah satu tujuan wisata internasional.

Sementara itu, M. Syahril Mubarok, Ph.D. menjelaskan tentang keberadaan solar shelter yang terdapat di Batu Canggah yang juga merupakan salah satu hasil kebanggaan FTMM yang ditempatkan tahun di Gili Iyang tahun 2023 lalu. 

"Solar shelter ini dapat difungsikan untuk tempat pengisian daya (battery charging) sehingga secara tidak langsung juga dapat men-support kegiatan kepariwisataan," ungkap Syahril.

(SP, Han)