News Room, Jum’at ( 06/03 ) Banyaknya pengrajin alat-alat rumah tangga di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Sebab, disamping dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, juga menjadikan Desa Kalianget Timur dikenal sebagai central kerajinan alat-alat dapur yang cukup dikenal hingga ke pulau Jawa, Bali bahkan keberbagai daerah di Indonesia. Seperti halnya yang diakui Ahmat Yani, warga Desa Kalianget Timur ketika ditemui News Room disela-sela kesibukannya membuat parut di sebelah rumahnya yang sekaligus menjadi ruang kerjanya sehari-hari. Menurut Yani, rutinitas pekerjaan itu sudah dilakukan sejak 20 tahun lalu, ketika masih bujang. “Saya sudah mencoba bekerja keluar daerah, bahkan ke Malaysia, namun ternyata tetap merindukan pekerjaan disini sebagai pengrajin alat-alat dapur,â€Âujar Yani. Menurut bapak dua anak ini, hasil yang diperoleh dari pekerjaanya sebagai pembuat parut, dandang, oven dan berbagai peralatan dapur lainnya, bisa dikatakan hanya untuk kebutuhan sehari-hari. Namun menurut Yani, persaingan dalam penjualannya terkadang menjadikan para pengusaha kerajinan alat dapur ini bisa jatuh bangun. Meski diakui juga ada yang sukses dengan menjadi pengusaha kerajinan itu. Sebab menurut Yani, terkadang harga bakunya, seperti aluminium, besi dan baja terjadi kenaikan harga, bisa berpengaruh pada penjualan dan pemesanan menjadi sepi. Sehingga, dengan terpaksa para pengrajin menumpuk barangnya pada para pedagang di pasar dengan harga yang pas-pasan dan uangnyapun bisa berbulan-bulan. Namun adakalanya bahan turun, sementara hasil kerajinan yang dihasilkan bisa dijual dengan harga yang sebelumnya. Kondisi tersebut menurut Yani sering menjadikan para pengrajin jungkir balik dan akhirnya mencari hutangan pada rentenir untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu Yani berharap, ada organisasi yang menaungi dan melindungi para pengrajin di Kalianget Timur ini, serta bisa meloby pihak-pihak yang bisa memberikan modal tanpa agunan dan bunga bank, untuk meningkatkan penghasilan para pengrajin ditengah banyaknya angka pengangguran yang ada. Sebab menurut Yani, pasca banyaknya usaha-usaha industri milik PT. Garam sejak puluhan tahun lalu, seperti pabrik soda, karung dan pemurnian garam, pengangguran di Desanya semakin bertambah. Namun, diharapkan kedepan masyarakat bisa mandiri dengan ketrampilan yang dimiliki secara turun temurun itu, agar tidak hanya kaya dengan jumlah para pengrajin, namun juga kaya dengan hasil kerajinannya. ( Ren, Esha )