Sumenep-Infokom News Room : Flu Burung ( Avian Influenza) dipastikan telah menyerang Surabaya setelah hasil uji laboratorium Balai Bebar Veteriner di Wates, Yogyakarta menyatakan, bahwa kasus di Kedurus, Surabaya, positif flu burung. Kasie Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur, Bambang Hermawan, Minggu (19/02) mengemukakan, berdasarkan pemeriksaan serologis terhadap ayam dari Kedurus yang dikirim ke Balai Veteriner, dipastikan ayam itu terjangkit AI. Untuk mengatisipasi meluasnya serangan AI di wilayah Kedurus, Dinas Peternakan akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemusnahan (stempping out) unggas dalam radius 200 meter hingga satu kilometer. Ia mengakui, untuk melakukan hal tersebut, tidak mudah, karena biasanya ada saja masyarakat yang merasa keberatan. Sementara itu, serangan virus AI di wilayah Kedurus diduga berawal dari matinya 5 dari 10 ekor ayam kampung di Kedurus, akibat ditulari burung-burung liar migran. Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya, dr. Esti Martiana, bahwa penularan virus AI di Kedurus itu diduga akibat burung merpati atau menthok yang dikandangkan dsebelah kandang ayam. Burung merpati dan menthok tersebut kiriman dari kerabat saat menggelar selamatan 100 hari meninggalnya pemilik ayam. Penyakit flu burung atau Avian Influenza itu penyebabnya adalah virus influenza tipe AI jenis H5N1 memiliki dua sifat yang mudah berubah, yakni antigenic shift dan antigenic drift. H5N1 bisa bercampur dengan virus influenza yang biasa diidap manusia. Penularan terjadi karena kontak langsung dengan unggas atau kotoran unggas yang terinfeksi flu burung. Flu burung bisa menular pada manusia, jika manusia bersinggungan langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung. Unggas yang terinfeksi dapat pula mengeluarkan virus itu melalui tinja yang kemudian mengering dan hancur menjadi semacam bubuk. Bubuk inilah yang dihirup oleh manusia atau binatang lainnya. Menurut WHO, flu burung mudah menular dari unggas ke manusia dibanding dari manusia ke manusia. Satu-satunya cara virus flu burung dapat menyebar dengan mudah dari manusia ke manusia, jika virus flu burung tersebut bermutasi dan bercampur dengan virus flu manusia. Manusia yang tertular virus flu burung, diketahui dengan gejala-gejala umumnya orang terkena flu biasa seperti pilek, demam dengan suhu badan tidak stabil, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan dan sesak nafas. Apabila keadaan memburuk bisa menimbulkan penyakit saluran pernafasan akut, sampai mengancam jiwa seseorang. Sementara itu, usaha pencegahannya adalah menghindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang diidentifikasi terinfeksi flu burung. Para pekerja di peternakan, penjual, pengemudi yang membawa produk unggas adalah profesi yang paling rentan terkena virus ini, karena itu, disarankan mencuci tangan dan mandi sehabis bekerja, meninggalkan pakaian kerja di tempat kerja dan membersihkan kotoran unggas setiap hari. ( KCM, Esha )