News Room, Jum’at ( 22/08 ) Belum stabilnya kondisi laut, yang selalu menimbulkan tingginya gelombang, memaksa para nelayan untuk beralih profesi. Biasanya, pada situasi normal, ikan laut menjadi sasaran utama bagi nelayan, sebagai aktifitas rutin dalam hal mata pencahariannya demi kelangsungan hidup keluarganya. Namun, dengan kondisi saat ini yang masih mengkhawatirkan, mengingat gelombang laut sewaktu-waktu datang, yang bisa-bisa mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter, ikan tawar berubah menjadi primadona bagi para nelayan. Sebab, mereka lebih memilih mencari ikan tawar yang dianggap tidak terlalu beresiko. Uniknya lagi, penangkapan ikan tawar itu tidak lagi menggunakan perahu, tapi memakai alat setrum, yang peralatannya sangat sederhana. “Cukup dengan menyediakan accu dan kabel yang dililitkan pada alat pancing yang panjangnya sekitar 1,5 meter. Kemudian, alat tersebut tinggal digendong dibelakang bahu,â€Âkata salah seorang nelayan, Muraup (42) warga Desa Badur Kecamatan Batuputih. Ia menjelaskan, dengan peralatan itu dirinya sangat mudah menangkap ikan. Dikarenakan, pada saat alat tersebut dimasukkan kedalam sungai, dan tersentuh ikan, maka ikannya langsung tidak berdaya, sehingga langsung muncul kepermukaan air. “Penangkapan ikannya sangat jauh lebih cepat dibandingkan dengan di laut, tidak perlu sampai berhari-hari, tapi cukup 1 sampai 2 jam, ikan sudah ada dan siap dibawa pulang untuk dijual atau dimakan sendiri,â€Âterangnya. Jenis ikan yang didapat, kata dia, kebanyakan mujair dengan ukuran kecil. Meski hasil dari penjualannya dinilai rendah, tapi dirinya dengan ikhlas menjalani aktifitasnya. “Dalam seharinya hanya mampu meraup rejeki antara Rp.15.000,00 hingga Rp. 20.000,00. Padahal, jika mencari ikan dilaut selama 12 jam dalam cuaca normal, mampu meraup keuntungan hingga Rp. 40.000,00,â€Âujarnya. Hal serupa juga dikatakan, Mat Saleh (45) warga setempat. “Kami memilih mengais ikan tawar ini, karena pekerjaannya lebih aman, meski hasilnya tidak mencukupi kebutuhan keluarga,"katanya. Ia mengaku, pekerjaan ini memang rutin dilakukan, jika sudah memasuki musim angin timur seperti saat ini. Sebab, angin dan gelombang tinggi bisa datang sewaktu-waktu dan mengancam keselamatan jiwa para nelayan. “Semoga saja cuaca dilaut cepat membaik, agar hasil tangkapan ikan mampu menutupi kebutuhan sehari-hari,â€Âpintanya. ( Nita, Esha )