Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-07-2011
  • 374 Kali

Gubernur Jatim Mengajak Pemda Peduli Terhadap Koperasi

News Room, Rabu ( 20/07 ) Pemerintah Propinsi Jawa Timur mengajak jajarannya di tingkat Kabupaten/Kota untuk secara serius peduli terhadap koperasi dan usaha kecil menengah dalam menghadapi liberaliasi pasar bebas. Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum saat membuka puncak pencangan Hari Koperasi ke 64 Jawa Timur di GOR A. Yani Pangligur Sumenep, Rabu (20/07) mengatakan, pemerintah harus memilki pedeluian yang serius dalam meningkatkan dan mengembangkan koperasi serta usaha kecil, sebab dengan liberalisasi pasar bebas, tidak menguntungkan koperasi usaha kecil masyarakat. Dengan liberalisasi pasar bebas tersebut, ternyata justru merugikan kopersai dan usaha kecil, bahkan liberalisasi pasar bebas itu bisa menghancurkan keberadaan koperasi dan usaha kecil. ”Jahatnya liberalisasi bukan mengajak koperasi dan usaha kecil untu berkembang, dan ini yang harus dihentikan. Karena itu, untuk melawan distorsi pasar bebas tersebut, pemerintah perlu turun tangan memberikan bantuan dalam bentuk hibah, termasuk juga pihak lainnya dan perbankan untuk memberikan bantuan yang tidak memberatkan,”tegasnya. Gubernur menyatakan, angka pertumbuhan koperasi di Jawa Timur, setiap tahun antara 15 hingga 20 persen. Dan hingga saat ini jumlah kopersai se Jawa Timur sebanyak 28.000 lebih, dan koperasi yang tidak aktif sebanyak 3.177 kopersai, sehingga yang aktif sebanyak 25.000 lebih. Pada tahun ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Propinsi Jawa Timur mengucukurkan dana untuk membantu permodalan koperasai dan usaha kecil sebesar Rp. 5.880.000.000,00. Ditempat yang sama, Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengungkapkan, Pemerintah Daerah senantiasa melakukan pengawasan dan pembinaan pada koperasi, dalam rangka meningkatkan kwalitas sumber daya pengurus, demi pengembangan lembaganya. Perkembangan koperasi di Sumenep sangat signifikan, sebab berdasarakan data jumlah kopersai sebanyak 1.040 koperasi, atau naik 15 pesren. ”Anggota koperasi sesuai dengan data tahun 2010 sebanyak 70.200 orang, naik 15,91 pesren dan permodalan tahun 2010 sebesar Rp. 389.400.000.000,00, sedangkan volume usahanya sebesar Rp. 650.857.000.000,00 lebih,”imbuhnya. ( Yasik, Esha )