Sumenep-Kominfo News Room : Program pendidikan di Jawa Timur saat ini sudah berjalan sesuai dengan tujuan, ini dibuktikan dengan prestasi yakni meraih juara umum pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Nasional yang berlangsung di Bandung pada 11-16 Juni 2007 lalu. Hal ini dikatakan Gubernur Jatim, H. Imam Utomo usai memberikan Penghargaan Kepada Siswa Berprestasi Jatim di Gedung Grahadi, Jl. Gubernur Suryo Surabaya, Senin (02/07). Menurut Gubernur, tujuan pendidikan Jatim yang meliputi peningkatan mutu, relevansi dan daya saing sudah terbukti pada kontingen LKS Jatim yang meraih juara umum, sehingga hal ini menunjukkan kompetitifnya siswa dari Jatim. Prestasi ini harus ditingkatkan dan dipertahankan, sehingga ke depan Jatim tetap menjadi juara umum. â€Dengan diraihnya prestasi ini, saya berharap siswa lainnya akan termotivasi ikut berprestasi,†katanya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jatim, Dr. Rasiyo, M.Si mengatakan, pada LKS tingkat Nasional 2006 di Jakarta, Jatim meraih juara II dengan mengikutkan 48 bidang lomba. Sedangkan pada tahun ini, Jatim meraih juara umum dengan mengikutkan 32 bidang lomba keahlian. â€Sesuai dengan Keputusan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah dan Kejuruan, LKS tahun ini dibagi dua kelompok, yakni lomba kompetensi dan gelar prestasi bela negara,†katanya. Dalam LKS tahun ini, Jatim meraih tujuh emas, tiga perak, tujuh perunggu serta dua harapan, meliputi juara satu tata boga, akuntansi, peternakan, dan megatronik. Kemudian juara dua, tata busana, restoran service, pemasaran, penjualan, dan juara tiga, aplikasi elektronik, budidaya perikanan, sekretaris, pekerja sosial, web disain, kabinet making serta clambing. â€Untuk juara harapan satu, yakni bidang auto cat buillding dan animasi, sedangkan juara harapan dua, bidang teknologi dan informatika,†ungkapnya. Dikatakan Rasio, dengan keberhasilan siswa ini, Pemprop Jatim berapresiasi memberikan hadiah berupa uang tunai senilai masing-masing untuk juara pertama Rp. 2,5 juta dan uang pembinaan dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Rp. 15 juta, juara kedua Rp. 2 juta dan uang pembinaan Rp. 10 juta, dan juara ketiga Rp. 1,5 juta dan uang pembinaan Rp. 5 juta. Sedangkan harapan satu, mendapatkan Rp. 1 juta rupiah, harapan kedua Rp. 750 ribu. â€Peserta lain yang tidak mendapat juara juga akan mendapat bantuan dana Rp. 500 ribu,†katanya. Selain memberikan apresiasi kepada siswa prestasi yang mengikuti LKS di Bandung, Pemprop juga memberikan penghargaan kepada peraih nilai tertinggi dalam Ujian Nasional (Unas) 2007. Untuk siswa SMP, yang memperoleh penghargaan yakni Une Hadyan Putri dari SMP Negeri 1 Surabaya, Alfianus Tedy Kamboji dari SMP Katholik Santa Maria Malang, dan Adelia Riski dari SMP Negeri 1 Sampang. Untuk SMA, program bahasa, meliputi Aden Ahmad Fardani dari SMA Negeri 1 Manyar Gresik, Aini Ainiyah dari SMA Negeri 3 Sidoarjo, Elis Safinatun Nafifah dari SMA Negeri 1 Sedayu Gresik, untuk program IPA, Kit Juraidah SMA Taruna Dra. Zulaika Probolinggo, Rima Anisa Widyaningrum SMA Negeri 1 Gresik, Purnama Rahmawati Sugiarto SMA Negeri 1 Pamekasan. Sedangkan program IPS, Teguh Budianto SMA Negeri Mojoagung, Asmuri SMA Negeri 3 Mojokerto, Dian Sri Sumarso SMA Negeri 13 Surabaya, dan siswa SMK, Ida Khoirun Nisa SMK Farmasi Bhakti Wiyata Kediri, Andreas Safitri SMK Farmasi Sekesal Surabaya, Dwi Subekri SMF Bina Farma Madiun. ( JNR,Ong )