Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-04-2011
  • 1117 Kali

Hama Tikus Serang Ladang Sawah Di Kabupaten Sumenep

News Room, Selasa ( 12/04 ) Sejak dua pekan terakhir ini, hama tikus menyerang ladang sawah di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng. Akibatnya, bibit padi yang baru saja ditanam di sawah menjadi rusak. Salah seorang petani setempat, Mukri mengatakan, hama tikus yang muncul secara mendadak dengan jumlah yang cukup banyak itu, menyebabkan puluhan hektar sawah di desanya rusak, diperkirakan nantinya banyak petani yang terancam gagal panen. “Setiap hari tikus yang ada disawah sekitar 40 lebih. Ini sangat meresahkan petani padi, karena semua bibit padi rusak,” kata Mukri, diladang sawahnya di Desa Meddelan, Lenteng, Selasa ( 12/04 ). Untuk menanggulangi serangan hama tikus ini, kata Mukri, para petani di Desa Meddelan menggunakan cara seadanya. “Salah satunya dengan cara memasang makanan tikus seperti kepiting-kepiting kecil yang telah diberi racun tikus. Tapi, hasilnya tidak terlalu baik, karena hama tikus masih tetap banyak muncul diladang sawah,”ujarnya. Mukri berharap, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, membantu mengatasi persoalan petani terkait serangan hama tikus tersebut. “Hingga saat ini belum ada pegawai Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep, yang turun ke lapangan melihat langsung serangan hama di Desa Meddelan ini,”terangnya. Sementara, Kepala Disperta Sumenep, Bambang Heriyanto menjelaskan, munculnya hama tikus itu, sebagai dampak anomali. “Akibatnya anomali tersebut memicu kelembapan yang cukup tinggi. Namun, kami telah menindak lanjuti persoalan itu dengan memberikan bantuan obat pada masing-masing petani yang ladangnya diserang hama tikus,”pungkasnya. Menurut Bambang, pengaruh anomali karena cuaca ekstrem itu, selain memicu munculnya hama, juga akan merangsang penyakit. “Diperkirakan, perkembangan hama tikus tersebut dikarenakan para petani tidak menanam padi secara bersamaan. Sehingga, memberikan ruang bagi hama tikus untuk berkembang dari tempat satu ke tempat yang lainnya,”ungkapnya. ( Nita, Esha )