News Room, Jumat ( 18/09 ) Harga cabai di Pasar tradisional Sumenep, selama sepekan ini berada dikisaran Rp.10 hingga Rp.12.000,00 per-kilogram.
“Harga cabai keriting, semula Rp. 15.000,00, turun menjadi Rp. 10.000,00 per-kilogram. Cabai biasa semula Rp. 17.000,00, turun menjadi Rp. 12.000,00 per-kilogram dan harga cabai rawit, semula Rp. 35.000,00, turun menjadi Rp. 20.000,00 per-kilogram,”kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Sumenep, Henni Yulianto, SE, Jumat (18/09).
Ia menuturkan, menurunnya harga cabai ini disebabkan stoknya melimpah akibat memasuki musim panen. "Cabai ini merupakan salah satu komoditas yang harganya sangat fluktuatif, karena tidak tahan lama. Namun, jika stok melimpah pasti berdampak pada turunnya harga,"terangnya.
Heni mengungkapkan, selain itu yang juga mengalami penurunan harga, yakni daging sapi. Semula Rp.110.000,00 per-kilogram, saat ini turun menjadi Rp.100.000,00 per-kilogram, daging ayam broiler, semula Rp. 32.000,00 per-kilogram, turun menjadi Rp. 30.000,00 per-kilogram.
“Sedangkan harga daging ayam kampung, tetap Rp. 70.000,00 per-kilogram. Harga telur ayam juga stabil. Telur ayam ras Rp. 20.000,00 per-kilogram dan telur ayam kampung Rp 37.500,00 per-kilogram,” ungkapnya.
Sementara untuk komoditas lain relatif stabil. Harga gula pasir lokal Rp.10.500,00 per-kilogram. Minyak goreng curah Rp. 10.000,00 per-kilogram. Bawang merah juga tetap Rp. 13.000,00, bawang putih Rp. 19.000,00 per-kilogram.
“Komoditas yang sedikit mengalami kenaikan yakni buncis, semula Rp. 8.000,00 menjadi Rp. 10.000,00 per-kilogram. Kalau sayur mayur yang lain tetap. Kentang tetap Rp. 8.000,00 tomat Rp. 4.000,00, dan wortel Rp. 10.000,00 per-kilogram,”pungkasnya. ( Nita, Esha )