News Room, Selasa ( 21/12 ) Memasuki pekan ketiga bulan Desember 2010, harga cabe rawit di pasar tradisional Sumenep, tembus Rp. 50.000,00 per-kilogram. Kepala Bidang Bina Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, A. Tirmidzi, S.Sos menjelaskan, tingginya harga cabe kali ini, disebabkan musim hujan yang mengakibatkan petani cabe gagal panen. “Saat ini para pedagang kesulitan untuk membeli cabe. Dampaknya, harga terus meroket, untuk cabe rawit harganya naik dari Rp. 46.000,00 menjadi Rp. 50.000,00 per-kilogram. Sedangkan untuk cabe merah besar, harganya tetap Rp. 28.000,00 per-kilogram,” kata Tirmidzi, pada wartawan di kantornya, Selasa (21/12). Gagal panen petani cabe, kata Tirmidzi, membuat supplay cabe tersendat, sedangkan permintaan tinggi. Kondisi itu, otomatis mendongkrak harga cabe rawit terus naik,”ujarnya. Sementara untuk harga komoditas lainnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2011, relatif stabil. “Tidak ada kenaikan harga, kecuali cabe. Untuk sembako, baik beras, minyak goreng, gula, semua harganya stabil. Bahkan ada beberapa yang justru turun harga, seperti bawang merah,” ungkapnya. ( Nita,Y02K )