Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-02-2019
  • 452 Kali

Hari Radio Sedunia: Radio Sebagai Media Komunikasi

Media Center, Rabu ( 13/02 ) Hari ini, Rabu tanggal 13 Februari 2019 bertepatan dengan Hari Radio Sedunia. Radio sebagai salah satu media yang digunakan seluruh orang di dunia untuk mendapatkan berbagai macam informasi, eksistensi radio hingga saat ini masih tetap menjadi media komunikasi, informasi maupun apresiasi kebijakan yang mampu menjangkau masyarakat terpencil termasuk kaum disabilitas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep, Drs. H. Koesman Hadie, M.Si mengungkapkan, di tengah arus digital saat ini, keberadaan radio tetap menjadi salah satu media komunikasi dan informasi yang masih digemari masyarakat, sehingga konten radio harus bisa menyajikan informasi yang mencerdaskan, serta mampu menangkal informasi bohong atau hoax yang dikirimkan melalui internet atau media sosial.

“Radio menjadi alternatif masyarakat sebagai sarana komunikasi, sehingga tema Hari Radio Sedunia “Dialog, Toleransi dan Perdamaian” tepat untuk menjadi pemersatu bangsa melalui konten-konten siarannya,” ungkap Koesman Hadie, Rabu (13/01/2019).

Menurutnya, di era kemajuan digital saat ini, ternyata radio di mata masyarakat masih tetap digemari. Hal tersebut berarti radio masih efektif menjadi salah satu sarana dalam berkomunikasi.

Sementara Ketua Aliansi Wartawan Radio Indonesia (ALWARI) Sumenep, H. Ibnu Hajar menilai, tema Hari Radio Sedunia tahun ini memang tepat dalam membangun toleransi dan perdamaian dunia di tengah dinamika politik sebagai media yang mudah diakses, utamanya para kaum disabilitas, yang mampu mendengar informasi, sebab di tengah arus digital saat ini masih banyak miliaran orang yang belum tersentuh internet.

“Radio Komunitas, swasta dan Radio Republik Indonesia (RRI) diharapkan mampu membangun paradigma, sehingga setiap acaranya mampu menyuntikkan ideologi pembaharuan, toleransi dan perdamaian kepada masyarakat,” tandasnya.

Ibnu juga optimis, radio masih akan tetap melekat di hati masyarakat pendengarnya, sehingga para insan radio juga harus mampu merubah paradigma berfikir masyarakat melalui segmentasi konten-konten acara yang disajikan dalam radio. ( Ren, Esha )