Media Center, Rabu ( 20/12 ) Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak Jawa Timur 2018 harus bisa
merubah pemikiran masyarakat yang selalu berorientasi pada politik uang
atau money politik. Partisipasi masyarakat dalam proses penyelenggaraan
Pemilihan Umum (Pemilu), baik Gubernur maupun Kepala Daerah, tidak lepas
dari pemikiran politik uang atau money politik.
Salah seorang
pengamat politik di Sumenep, Zamrud Khan
mengungkapkan, penyelenggaraan Pemilukada, sepertinya memberikan berkah
bagi masyarakat. Sebab, hingga saat ini masih ada calon yang menawarkan
uang, agar dirinya dipilih bahkan ada istilah tidak ada uang tidak
dipilih.
“Untuk menghapus pemikiran money politik memang tidaklah
mudah, karena dibutuhkan sosialisasi pendidikan politik kepada
masyarakat,”ungkapnya kepada wartawan, Rabu (20/12).
Bahkan,
menurut mantan pengawas beberapa kali Pemilu di Sumenep ini, tidak hanya
membentuk mental dan sikap masyarakat untuk menolak politik uang,
tetapi juga mendorong masyarakat untuk melaporkan setiap pelanggaran
Pemilu kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).
Menurutnya, jika
masyarakat sudah bisa meninggalkan politik uang, maka penyelenggaraan
Pemilu akan berlangsung jujur dan adil, serta menghasilkan pemimpin yang
amanah dan berkualitas. Dan untuk menciptakan proses Pemilu yang sehat
pada pelaksanaan Pemilukada serentak tahun 2018, tentu harus bersih dari
politik uang, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilukada.
“Mainset money politik yang masih melekat di masyarakat itu, kita harus
bisa menghapus dan menghilangkan, sehingga bisa menghasilkan Pemilu
yang sehat dan berkualitas,”pungkasnya. ( Ren, Esha )