Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-12-2017
  • 414 Kali

Harus Rubah, Mainset Money Politik Pada Pelaksanaan Pemilukada 2018

Media Center, Rabu ( 20/12 ) Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak Jawa Timur 2018 harus bisa merubah pemikiran masyarakat yang selalu berorientasi pada politik uang atau money politik. Partisipasi masyarakat dalam proses penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu), baik Gubernur maupun Kepala Daerah, tidak lepas dari pemikiran politik uang atau money politik.

Salah seorang pengamat politik di Sumenep, Zamrud Khan mengungkapkan, penyelenggaraan Pemilukada, sepertinya memberikan berkah bagi masyarakat. Sebab, hingga saat ini masih ada calon yang menawarkan uang, agar dirinya dipilih bahkan ada istilah tidak ada uang tidak dipilih.

“Untuk menghapus pemikiran money politik memang tidaklah mudah, karena dibutuhkan sosialisasi pendidikan politik kepada masyarakat,”ungkapnya kepada wartawan, Rabu (20/12).

Bahkan, menurut mantan pengawas beberapa kali Pemilu di Sumenep ini, tidak hanya membentuk mental dan sikap masyarakat untuk menolak politik uang, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melaporkan setiap pelanggaran Pemilu kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Menurutnya, jika masyarakat sudah bisa meninggalkan politik uang, maka penyelenggaraan Pemilu akan berlangsung jujur dan adil, serta menghasilkan pemimpin yang amanah dan berkualitas. Dan untuk menciptakan proses Pemilu yang sehat pada pelaksanaan Pemilukada serentak tahun 2018, tentu harus bersih dari politik uang, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilukada.

“Mainset money politik yang masih melekat di masyarakat itu, kita harus bisa menghapus dan menghilangkan, sehingga bisa menghasilkan Pemilu yang sehat dan berkualitas,”pungkasnya. ( Ren, Esha )