Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-04-2008
  • 460 Kali

Hindari Bisa Tanam, Tetapi Tak Bisa Jual

News Room, Rabu (02/04) Ada sebuah ungkapan, untuk menanam jangan dulu memikirkan apa yang akan ditanam. Tetapi yang harus dipikirkan adalah siapa yang akan membeli. Petani Sumenep umumnya harus mengubah pola pikir semacam itu jika ingin maju. Demikian disampaikan Kepala Bidang Produksi Pangan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Satam, MM, ketika memberikan penjelasan di hadapan anggota dan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Petani (LPMP), Rabu (02/04), pada acara Sosialisasi Pertanian dan Transormasi Infrormasi di Balai Desa Moncek Barat Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. “Mainstream atau pola pikir semacam itu harus kita ubah. Jika tidak, kalangan petani Sumenep akan ketinggalan kereta”, tegas Satam. Menurut Satam, pengelolaan budidaya pertanian, baik itu padi, jagung atau kedelai, semuanya bergantung pada kondisi tanah. Namun selain itu, pola pengerjaan atau siapa yang menggarap juga akan menentukan hasil panen. Untuk saat ini, tanaman jagung merupakan komodity yang patut dikembangkan. “Sebagus apapun tanah garapan yang kita pakai, tetapi yang mengerjakan dan pola pengerjaannya salah, maka tanaman tidak akan tumbuh dengan baik. Sehingga jangan berharap hasil panen juga akan bagus”, tandas Satam. Dinas Pertanian dalam hal ini berupaya mengembangkan beberapa varietas jagung, seperti jagung Manding dan jagung Talango adalah jenis jagung berkualitas tinggi. Menurut Satam, kedua jenis jagung ini untuk sementara tidak bisa dikembangkan di tempat lain. Namun, petani tidak perlu berkecil hati, pihaknya saat ini terus mengembangkan penelitian untuk varietas ini untuk bisa ditanam di berbagai daerah di Kabupaten Sumenep. Saat ini komoditas jagung menjadi salah satu tanaman unggulan. Suplai jagung dari negara Brasil yang dijadikan bahan dasar bahan bakar etanol, saat ini sudah tidak lagi masuk ke Indonesia. Untuk itu, pengembangan tanaman jagung di Indonesia sedang digalakkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Selain untuk kebutuhan tersebut, saat ini beberapa produsen pakan ternak sangat membutuhkan jagung sebagai bahan campuran. Satam menambahkan, petani juga tidak harus berkecil hati untuk bisa berharap pada hasil pertanian, selain padi, kedelai, atau tembakau. Komoditas lain seperti bawang merah juga sangat menjanjikan di pasaran. Sebab, menurut survey yang telah dilakukan, salah satu keistimewaan bawang goreng Sumenep adalah tidak melempem dan tidak berair ketika disimpan agak lama. Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Badan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sumenep, yang diwakili Kabid Komunikasi, Drs. Koesman Hadie, banyak mengupas pentingnya menguasai informasi di era modern seperti sekarang. Kemampuan menguasai dan menyaring informasi adalah penting demi kemajuan bersama. Terutama, untuk kalangan kelompok Tani dimana informasi pasar pertanian harus dikuasai untuk terobosan pasar dan inovasi produk. “Pepatah mengatakan barang siapa menguasai informasi, maka mereka akan menguasai dunia. Jika kita berbicara masalah pertanian, maka mereka akan menguasai dunia pertanian”, kata Koesman. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Lenteng yang diwakili Kasie Pembangunan, Muh. Munir dan Kepala Desa Moncek Barat, Moh. Lutfi. Sedangkan anggota LPMP yang hadir adalah Kelompok Tani dari Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk, dari Desa Gaddu Barat Kecamatan Ganding, dari Pakamban Kecamatan Pragaan dan Kelompok Tani Desa Moncek Barat Kecamatan Lenteng. ( Adjie, JuP-21, Soek )