Sumenep-Kominfo News Room : Perkembangan ajaran Islam, utamanya jejak Syari’ah dan Khilafah (kepemimpinan) di bumi Nusantara diyakini masuk pada abad ke-7. Hal itu disampaikan Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur, Ustadz Hisyam Hidayat, pada acara Diskusi Publik tentang Perkembangan Islam Indonesia, di Aula Rapat Kantor Departemen Agama Kabupaten Sumenep, Minggu (22/07) pagi kemarin. Ustadz Hisyam mengatakan, bahwa kemerosotan umat Islam di dunia disebabkan karena umat Islam tidak memahami keluhuran ajaran Islam itu sendiri, artinya hanya pengakuan atau hanya menjadi penonton saja. Ini dibuktikan, saat ini umat Islam di Nusantara dari tahun 1945 mencapai 99,45 prosen, sedangkan untuk tahun 2007 umat Islam hanya tinggal 85 prosen. Umat Islam juga tidak punya eksistensi yang kuat untuk memperjuangkan agamanya. Selain itu, umat Islam keliru dalam memahami arti jihad. Ustadz Hisyam menghimbau agar umat Islam harus mampu mengembalikan citra perjuangan ummat mulai sekarang dan di masa yang akan datang. Dan mengartikan jihad bukan dengan tindakan yang berarah-darah. Sementara itu, pembicara dari PCNU Sumenep, K. Imam Hendriadi, dalam paparannya mengupas Islam agar lebih bermartabat. Sedangkan satu pembicara lagi, yaitu Ustadz Hudaifah dari Departemen Agama Kabupaten Sumenep, memberikan paparan Menakar Khilafah Islam di Madzhab Indonesia. Acara ini di iftitah oleh Ketua MUI Kabupaten Sumenep yang diwakili Ustadz Ali Yasin dengan memberikan hotbah Iftitahnya agar HTI mampu menggerakkan semangat kepemimpinan ummat Islam yang semakin berkwalitas bersama para Ulama’, Zuhama’ serta cendikiawan muslim, demi mengembalikan citra dan martabat ummat Islam dimasa yang akan datang. ( Adjie, Mur )