Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-05-2016
  • 544 Kali

Hujan Terus Turun, Petani Sumenep Kembali Tanam Padi

News Room, Senin ( 16/05 ) Sebagian petani di Sumenep rupanya tak mau mengambil resiko. Intensitas hujan yang meningkat kembali di awal musim kemarau tahun ini, membuat petani tak berani menanam tembakau.

"Saya justru kembali membajak sawah, untuk menanam padi lagi,"kata Lamri, salah seorang petani dari Desa Kasengan Kecamatan Manding, pada Media Center.

Apalagi di musim tanam padi sebelumnya, Lamri mengaku hasil panenannya dan beberapa petani lainnya kurang mendatangkan hasil. "Ya, akibat tona, istilahnya,"katanya.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, tahun ini bagi petani beras atau padi, khususnya di wilayah Kabupaten Sumenep bukan tahun keberuntungan. Pasalnya, hampir sebagian besar petani padi mengalami kerugian atau yang dikenal dengan istilah tona.

Tona di sini pada hakikatnya tidak sama dengan gagal panen. Ada faktor X di balik tona. "Ya, tona bukan karena faktor cuaca atau kurangnya perlakuan petani pada tanaman. Hal itu sudah masuk pada ranah nasib,"kata Lamri. 

Terpisah, Wasik, petani asal Desa Matanair, Kecamatan Rubaru juga mengaku tidak berani menanam tembakau. Pasalnya, hujan masih turun, dan masih belum bisa diprediksi berakhirnya. "Kalau tembakau kan kena hujan meski sedikit saja sudah mengurangi kualitas,"ujarnya. 

Seperti Lamri, keluarga Wasik juga kembali menanam padi. Sebagian besar hasil panen Wasik sebelumnya juga mendapat imbas fenomena tona. "Lebih 5 karung hanya berisi gabah kosong,"katanya. Tahun ini memang terjadi anomali cuaca.

BMKG sebelumnya pernah memprediksi bakal terjadi La Nina alias hujan sepanjang tahun. Meski setelahnya merilis bahwa awal musim kemarau bakal masuk di dekade ke dua Mei 2016.

"Ya, kita memang dari tandanya mirip La Nina, namun kita menunggu rilis BMKG pusat,"kata prakirawan BMKG Kalianget, Endriyono, pada Media Center. ( Farhan, Esha )