Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-05-2006
  • 695 Kali

INSEMINASI BUATAN SAPI POTONG TINGKATKAN PRODUKTIFITAS

Sumenep-Kominfo News Room : Tujuan dilakukan program inseminasi buatan (kawin suntik) terhadap sapi potong khususnya di Kabupaten Sumenep, yaitu untuk meningkatkan produktivitas dan mutu sapi Madura, karena dengan inseminasi buatan tersebut diharapkan bisa memperbaiki kwalitas sapi Madura, sehingga pendapatan dan kesejahteraan dari para peternak semakin meningkat. Demikian menurut Kepala Kantor Peternakan Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Sutrisno ketika melakukan acara interaktif di Radio Gema Sumekar (RGS) Sumenep, Selasa (02/05). Adapun sperma sapi jantan yang diambil lanjut Edy Strisno, juga berasal dari bibit unggul sapi Madura, yang kemudian dikirim ke PIB Malang untuk diproses pembekuan. Sedangkan proses inseminasi buatan tersebut tidak akan merubah kodrat sapi, artinya masa waktu hamil sapi sampai dengan melahirkan sama dengan sapi yang dikawinkan secara alami. Namun ada perbedaan terhadap berat anak sapi hasil inseminasi yang lahir beratnya mencapai 10 sampai 15 kg, dibandingkan dengan kawin secara alami yang hanya mencapai 9 hingga 10 kg. Ketika ditanya apakah selama ini ada permasalahan terhadap progaram inseminasi buatan, mengingat masyarakat Kabupaten Sumenep adalah msyarakat religi, Sutrisno menjawab, bahwa untuk program inseminasi tersebut pihaknya telah bekerjasama dengan Pondok Pesantren yang ada di Sumenep. Oleh sebab itu diharapkan masyarakat khususnya para peternak agar mendukung terhadap progaram insemninasi (IB), serta diharapkan pula para peternak sapi memperhatikan kwalitas dan kwantitas pakan, kandang dan bila terjangkit penyakit, hendaknya cepat melapor pada petugas peternakan yang tersebar di masing-masing Kecamatan, termasuk 17 inseminator IB yang tersebar di Kabupaten Sumenep. Menyikapi terhadap issue merebaknya Virus Flu Burung, Edy Surtisno, menyerukan kepada masyaraklat peternak ayam, hendaknya jangan resah dan khawatir, karena Kantor Peternakan Kabupaten Sumenep telah mengambil sampel darah ternak yang dicurigai terkena virus, dan hasilnya, Kabupaten Sumenep dinyatakan bebas dari penyakit flu burung. ( Soek, Esha )