News Room, Selasa ( 22/02 ) Isu santet yang berakhir kematian terus terjadi di Kabupaten Sumenep. Kali ini menimpa Alwan (65), warga Desa Beringan, Kecamatan Dasuk. Korban ditemukan tewas bersimbah darah dengan penuh luka bacok disekujur tubuhnya, tidak jauh dari rumahnya, pada Senin (21/02) malam, ketika pulang dari pengajian. Kapolres Sumenep AKBP Susanto menjelaskan, kasus pembunuhan ini merupakan yang ketiga kalinya, dengan dalih isu santet. “Kami memang tidak mengesampingkan kalau matinya korban itu akibat isu santet. Tapi, proses hukum akan tetap dilakukan karena pelaku telah menghilangkan nyawa seseorang,”kata Kapolres, pada wartawan dikantornya, Selasa (22/02). Upaya penguakan terhadap pelaku pembunuhan itu, kata Kapolres masih dalam penyelidikan, karena pelaku saat meluncurkan aksinya menggunakan cadar sehingga sulit dikenali. “Pelaku masih kami lidik. Upaya yang polisi lakukan yakni olah di tempat kejadian perkara (TKP) mulai titik awal mengikutin pengajian sampai titik terakhir saat ditemukan tewas. Meski ada saksi namun polisi masih kesulitan ungkap pelaku, sebab saksi masih dibawah umur sehingga keterangannya tidak bisa dibuktikan secara hukum,”ujarnya. Untuk itu, pihaknya minta warga supaya bisa membantu polisi mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. “Saksi akan sepenuhnya dilindungi oleh polisi. Jadi, kami mohon pada warga supaya mengesampingkan kata-kata ‘Ta’ Oneng’ (tidak tahu),”ungkapnya. Kapolres juga mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin atas kasus pembunuhan yang dilatar belakangi isu santet. “Kedepan kami sudah melakukan kesepakatan atau MoU bersama Dinas Kesehatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan forum pimpinan tingkat kecamatan di Sumenep, untuk melakukan sosialisasi pada warga terkait penyebab kematian, demi menekan isu santet,”pungkasnya. ( Nita, Esha )