Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-12-2018
  • 1496 Kali

Jangan Mudah Terpengaruh Ajaran Yang Ingin Hancurkan NKRI

Media Center, Jumat ( 07/12 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengajak masyarakat mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga jangan mudah terpengaruh oleh kelompok yang ingin menghancurkan keutuhan NKRI melalui ajaran atau ideologinya.

“Apapun yang terjadi, tetap menjaga NKRI dan harus tertanam dalam jiwa kita. Dalam pemerintahan, persoalan dan kekurangan jelas pasti ada, namun jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan RI, apalagi mau merubah ideologi bangsa dan negara,” kata Bupati Sumenep saat bertatap muka dengan masyarakat Kecamatan Nonggunong dalam rangka Safari Kepulauan, Kamis (06/12/2018).

Bupati menyatakan, tokoh agama dan masyarakat bersama-sama untuk mengantisipasi ajaran atau ideologi yang ingin mengganti Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 berkembang di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, diharapkan orang tua dan elemen masyarakat mengajari anak-anaknya untuk selalu mencintai Indonesia sejak dini.

“Situasi saat ini, ajaran atau ideologi yang ingin merongrong NKRI sudah mulai merambah di kalangan anak muda atau generasi bangsa. Jadi, perlu perhatian kita semua, supaya anak-anak tidak terpengaruh ideologi itu,” tutur Bupati.

Bupati menyatakan, tugas dan tanggung jawab bersama untuk melanjutkan kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengisi pembangunan di segala sektor sesuai dengan masing-masing keahliannya.

Hanya saja, dalam membangun itu tidak harus merubah Pancasila sebagai ideologi dasar negara Republik Indonesia tercinta.

“Para pejuang, termasuk Kiai dalam merebut kemerdekaan, rela mengorbankan jiwa dan raganya demi membebaskan bangsa Indonesia dari tangan penjajah, sehingga pantaskah kita jika tidak menghargai perjuangan para Kiai yang mati syahid dengan cara merongrong NKRI saat ini,” imbuh suami Nurfitriana ini.

Bupati dan Wakil Bupati Achmad Fauzi, SH sebelum bertatap muka dengan masyarakat Kecamatan Nonggunong, meninjau pembangunan rumah akibat gempa di Desa Sonok. Selanjutnya Bupati menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat setempat, serta meninjau Pameran Pembangunan Kecamatan.

Bupati menyerukan ummat Islam jangan sampai terhasut oleh ideologi yang ingin memecah belah ummat dengan beragam cara yang dilakukan kelompok tertentu, seperti menyebarkan konten hoax dan ujaran kebencian, guna menciptakan keresahan di masyarakat.

“Saya meminta masyarakat Kecamatan Nonggunong jangan sampai saling membenci, mencaci, demi menjaga kerukunan serta mencegah konflik, yang menyebabkan kehancuran dan penderitaan,” pungkasnya. ( Yasik, Esha )