News Room, Senin (07/05) Puluhan tenaga medis, terdiri dari perawat dan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Senin (07/05) pagi, mogok kerja. Aksi itu dipicu belum cairnya Jasa Pelayanan (Jaspel) selama 4 bulan, sejak Pebruari hingga Mei 2012. Akibatnya, pelayanan di RSUD Sumenep tersendat, dan banyak pasien terbengkalai. Namun, aksi tersebut tidak berlangsung lama karena Direktur RSD Sumenep, dr Susianto langsung menghadapi para tenaga medis. “Sebenarnya jabatan saya sudah berakhir terhitung sejak 1 Mei kemarin, sebab sudah pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tapi, karena belum ada pengganti ya semua persoalan masih saya tangani, termasuk aksi pagi ini,”kata dr. Susianto, M.Si, Direktur RSUD Sumenep, Senin (07/05). Susianto mengungkapkan, belum cairnya jaspel ini dikarenakan dana masih mengendap di Dinas Kesehatan, namun diupayakan bisa dikucurkan bulan Mei. “Semua dana jaspel sekarang berada di Dinas Kesehatan, seiring perubahan rumah sakit menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tiap tenaga medis tidak sama dalam penerimaan jaspel, tertinggi ada yang sampai Rp. 1 juta bagi dokter,”terangnya. Hanya saja, kata Susianto, tersendatnya pencairan jaspel tersebut, belum adanya pejabat pelaksana teknis (Plt) Direktur RSUD Sumenep. “Seandainya pengganti saya sudah ada, jaspel sudah bisa dicairkan,” ujarnya. Susianto menjamin, persoalan itu tidak akan berpengaruh bagi pelayanan pasien di RSD Sumenep. “Ini hanya persoalan bayaran tambahan bagi tenaga medis. Jadi, tidak akan mengganggu proses pelayanan di rumah sakit daerah (RSD) Sumenep,”ungkapnya. ( Nita, Esha )