Media Center, Senin ( 10/04 ) BKD Jatim mengumpulkan 13 BKD Kab/Kota di Jatim, Kamis (06/04), di Surabaya, menjelang pelaksanaan BKN (Badan Kepegawaian Negara) Awards 2017. Ke 13 daerah tersebut diberikan kesempatan untuk memaparkan inovasi pelayanan kepegawaian dan program unggulan yang telah dilakukan.
Dalam penilaian BKN Awards, BKD Kab/Kota dibagi 3 tipe. Untuk Tipe A diwakili oleh Kabupaten Banyuwangi, Jombang, Sidoarjo, Sumenep, dan Kota Surabaya. BKD Tipe B diwakili oleh Kabupaten Mojokerto, Sampang, Situbondo, dan Kota Malang.Sedangkan BKD Tipe C diwakili oleh Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Mojokerto, dan Kota Probolinggo. Tiga belas daerah tersebut terpilih sebagai nominasi penghargaan BKN Award untuk wilayah Jawa Timur.
Sebelum paparan dimulai, Kepala BKD Jatim Siswo Heroetoto mengawali dengan paparan program unggulan, yakni aplikasi e-MASTER (Manajemen ASN Terpadu). Dalam aplikasi tersebut, kata dia, mengambil semboyan one for all, yaitu satu aplikasi yang dapat digunakan untuk seluruh pelayanan kepegawaian seperti perencanaan formasi, pelayanan pengadaan, kenaikan pangkat, pensiun, penilaian kompetensi ataupun implementasi penilaian kinerja. Usai paparan Kepala BKD Jatim, dilanjutkan paparan BKD Tipe C yang dimulai dari Kota Mojokerto yang menyampaikan program unggulan dengan nama Simoker (Sistem Informasi Mobile Kepegawaian Terintegrasi).
Dilanjutkan oleh Kota Blitar yang mempresentasikan SIAP, yaitu Sistem Informasi Administrasi Pegawai. Selanjutnya Kota Probolinggo menyampaikan program unggulan dengan nama SIMPEG, yakni Sistem Informasi Pelayanan Kepegawaian. Kota Kediri menampilkan inovasi beberapa pelayanan kepegawaian yang sudah berbasis online.
Paparan dari BKD Tipe B, presentasi pertama disampaikan oleh Kota Malang dengan nama program Teratai, yaitu pelayanan kepegawaian yang Tepat Ramah Transparan Akurat dan Inovatif. Kabupaten Situbondo menyampaikan paparan dengan nama SIAP TPP, Sistem Informasi Absensi Pegawai dan Perhitungan TPP dengan menggunakan aplikasi berbasis online.
Kabupaten Mojokerto menampilkan program unggulan dengan nama SENOPATI dimana BKD sebagai pusat pelayanan bagi setiap ASN di lingkungannya, sementara Kabupaten Sampang menyampaikan berbagai macam inovasi sebagai salah satu bentuk memaksimalkan pelayanan kepegawaian.
Di sesi akhir, BKD Tipe A diawali dengan paparan dari Kota Surabaya yang menyampaikan e-Government, dimana program unggulannya adalah penilaian SDM dengan basis elektronik menggunakan penilaian metode 360º baik itu dari atasan, bawahan maupun rekan kerjanya, serta Kabupaten Sidoarjo menyampaikan inovasi pelayanan kepegawaian sebagaimana sembilan kriteria yang ada di BKN award.
Kabupaten Banyuwangi menyampaikan paparan terkait program unggulannya dengan nama Sinetron yang merupakan beberapa gabungan dari pelayanan kepegawaian di antaranya Anjungan Layanan Mandiri Pegawai, e-Personal yang cukup masukkan NIP, updating database, Simpeg Online, SMS Gateway, Dokumen Elektronik, Aplikasi lintas SIAP, e-SKP, Fasilitas CAT, KGB Otomotis, e-Kinerja.
Kabupaten Jombang menyampaikan program unggulan yaitu Pelayanan Pensiun TTM (Tanpa Tatap Muka). Terakhir paparan disampaikan oleh Kabupaten Sumenep yang menjelaskan inovasi pelayanan kepegawaian di tengah kondisi geografis kepulauan dimana wilayah terluar ditempuh 22 jam dari pusat pemerintahan, namun tetap mampu memberikan pelayanan yang maksimal. ( MC Diskominfo Prov Jatim, Esha )