News Room, Kamis (14/08) Sebanyak 15 jembatan di Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan dan Kepulauan Kangean ambruk akibat dimakan usia. Padahal 15 jembatan itu merupakan infra struktur pokok, karena Desa Tembayangan berada ditengah-tengah pulau dengan desa lainnya yang dipisah dengan kali-kali kecil. Akibatkan kegiatan ekonomian di daerah tersebut mengalami kelumpuhan, termasuk pelayanan publik dan pendidikan dan kini Desa Tembayangan terisolir. Kepala Desa Tembayangan Kecamatan Kangayan, Abd Hayat menerangkan, sebenarnya 15 jembatan yang rusak itu sudah terjadi 6 tahun lalu, namun mulai lumpuh dan tidak berfungsi selama 1 bulan terakhir ini. “Bagaiman tidak ambruk, lawong sejak dibangunnya jembatan itu oleh Perhutani, tidak ada pemeliharaan sama sekali,†ujarnya. Ia mengaku, selama ini pihaknya sudah berusaha mengkomunikasikan dengan perhutani setempat, mengingat jembatan yang rusak itu masih dalam kekuasaan perhutani wilayah Kangean Timur, namun tidak perna mendapat tanggapan positif. “Makanya kami bersama warga setempat berinisiatif memperbaiki jembatan itu, meski dengan dana yang terbatas. Tapi, hasilnya tetap saja tidak maksimal,†terangnya. Ia menjelaskan, jembatan yang ambruk itu merupakan kebutuhan yang membutuhkan penanganan yang cepat, karena lokasinya berada disebelah utara, berbatasan dengan Desa Cukong-Cukong, batas Selatan dengan Desa Cangkaraman, batas barat dengan Desa Batuputih dan batas timur dengan Kecamatan Kangayan. “Jadi, untuk menuju pulau Saobi yang menjadi salah satu pusat ekonomi harus ditempuh dengan perjalanan laut selama 1 jam dengan memakai perahu nelayan. Padahal, biasanya hanya ditempuh 30 menit saja,†tegasnya.( Nita,Gun )