Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-06-2026
  • 327 Kali

Jurnalis Sumenep Jadi Petugas Haji 2026, Bukti Kesempatan Datang dari Arah Tak Terduga

Media Center, Senin ( 22/06 ) Seorang jurnalis Kabupaten Sumenep M. Hariri, berhasil menorehkan pengalaman berharga setelah dipercaya menjadi bagian dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 pada tugas Media Center Haji (MCH).

Perjalanan tersebut berawal dari tawaran tak terduga yang diterimanya pada Desember 2025 lalu saat masih menjalankan rutinitas sebagai wartawan TV9 Nusantara. 

Hariri mengaku tidak pernah membayangkan menjadi petugas haji. Namun, setelah mendapat kesempatan mengikuti seleksi, memutuskan mendaftar dengan dukungan keluarga. 

Di tengah proses seleksi, dirinya harus menghadapi ujian ketika anak keduanya sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit. Meski demikian, ia tetap menyelesaikan seluruh tahapan seleksi yang berlangsung di Jakarta. 

Usahanya membuahkan hasil yakni pada akhir Desember 2025, Hariri menerima kabar kelulusannya sebagai calon petugas haji melalui pesan WhatsApp, dan tentu saja kabar itu disambut dengan rasa syukur dan haru oleh dirinya serta keluarga.

Setelah mengikuti pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Hariri berangkat ke Arab Saudi pada 18 Mei 2026 untuk menjalankan tugas sebagai petugas Media Center Haji di Daerah Kerja Bandara. 

Selain meliput dan menyebarluaskan informasi penyelenggaraan ibadah haji, ia juga terlibat langsung dalam pelayanan jemaah, mulai dari membantu lansia, mendorong kursi roda, hingga mendampingi jemaah yang mengalami kesulitan saat tiba di Tanah Suci. 

Tidak hanya bertugas di bandara, Hariri juga mendapat amanah sebagai anggota Satgas Arafah saat puncak pelaksanaan ibadah haji bersama petugas lainnya, membantu menyiapkan fasilitas bagi ribuan jemaah Indonesia di Arafah, memastikan layanan berjalan lancar selama proses wukuf hingga pergerakan menuju Muzdalifah dan Mina. 

Di tengah tugasnya, Hariri menghadapi ujian berat ketika istrinya mengalami kecelakaan di Indonesia, karena berada jauh di Arab Saudi, hanya bisa memanjatkan doa di Masjid Nabawi dan terus memantau perkembangan kondisi istrinya dari kejauhan. Beruntung, sang istri berangsur pulih setelah mendapatkan perawatan medis. 

"Pengalaman menjadi petugas haji bukan sekadar tugas pekerjaan, melainkan perjalanan hidup yang mengajarkan arti pengabdian, kesabaran, dan keikhlasan dalam melayani tamu-tamu Allah," katanya, kepada Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep, Senin (22/06/2026). 

Ia berharap, kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi wartawan daerah dan generasi muda, agar tidak pernah merasa minder dalam meraih kesempatan besar. 

“Min haitsu la yahtasib, dari arah yang tidak pernah disangka-sangka,” menjadi kalimat yang menurutnya paling menggambarkan perjalanan hidupnya hingga dipercaya menjadi petugas haji 2026. (Hariri/Yasik,Fer)