Sumenep-Infokom News Room : Ternyata penerimaan guru bantu pusat tahun 2004 tidak hanya untuk memenuhi terbatasnya kebutuhan tenaga pengajar ditingkat nasional, melainkan penerimaan guru bantu tersebut sebagai upaya peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pengajar tidak tetap. Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si menjelaskan, meski Kabupaten Sumenep sangat membutuhkan sedikitnya 2.139 tenaga pengajar yang terbagi atas beberapa kebutuhan sekolah, dimana untuk guru SD dibutuhkan 1.866 guru, SMP 189 guru, SMA 51 guru, SMK 21 guru dan STM sebanyak 9 guru. Namun tegas H. Moh. Rais dalam penerimaan guru bantu tahun ini kuota yang diberikan Pemerintah Pusat untuk daerahnya hanya 224 guru. Dan itu pun terbagi dalam klasifikasi lembaga pendidikan diantaranya, untuk guru bantu TK sebanyak 7 orang, SD 113 orang, SMP 74 orang, SMA 20 orang serta SMA Kejuruan 10 orang. â€Jadi perlu dipahami retrutmen ini untuk meningkatkan sektor pendidikan dan kesejahteraan guru tidak tetapâ€, jelasnya. Dikatakan pula, retrutmen guru bantu Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2004 ini tidak ada sistem prioritas, akan tetapi yang bersangkutan memenuhi ketentuan persyaratan, seperti umur, bahkan untuk guru bantu SMP dan SMA mereka memiliki kwalifikasi ijasah sesuai dengan disiplin ilmu yang dibutuhkan dalam pengambilan buru bantu ini. â€Untuk SMP dan SMA memiliki kwalifikasi ijasah sesuai kebutuhan mata pelajaran, SD memiliki ijasah PGSD, dan batas usia antara 18 tahun hingga 45 tahunâ€, kata Moh. Rais Disingung penempatan guru tersebut, H. Moh. Rais menerangkan pihaknya tidak dapat memastikan apakah mereka diprioritaskan didaratan ataupun dikepuluan, sebelum diadakan pertemuan dengan Tim Panitia yang akan ditunjuk langsung oleh Bupati, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM. (Yasik,Esha)