Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-03-2018
  • 454 Kali

Kami Harapkan Kader NU Harus Jadi Panutan Masyarakat

Media Center, Kamis ( 15/03 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengajak NU dan pengurusnya, baik struktural maupun kultural harus menjadi panutan masyarakat. 

“Saat ini, degradasi terbesar bukan degradasi politik-ekonomi, melainkan degradasi keteladanan. Ironisnya semakin banyak tontonan, namun tuntunan semakin berkurang, yang pada akhirnya tontonan menjadi tuntunan.” tegas Bupati pada Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar, Kepemimpinan Lanjutan dan Diklat Dasar Banser tahun 2018, di Pondok Pesantren Al-Hidayah Kecamatan (Pulau) Arjasa, Kamis (15/03).

Bupati menyatakan, kaum muda NU harus bangkit dan mengisi pos-pos penting di semua lini kehidupan bangsa, tidak hanya di bidang politik, namun di bidang kemasyarakatan lainnya.

“Kebangkitan muda NU patut diapresiasi, karena berdasar penelitian Kementerian Agama dari 755 pesantren yang disurvei, ternyata 34 persen atau 253 pesantren dipimpin oleh kiai dengan rata-rata usia 41-50 tahun.” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, NU dalam berdakwah harus mengikuti zaman saat ini, agar Islam tetap kuat sampai akhir masa, misalnya memaksimalkan media sosial sebagai sarana berdakwah. 

“Itu dilakukan karena berdasarkan survei pengguna internet dunia mencapai 3,8 miliar atau 51 persen dari total populasi dunia, dan pengguna internet di Indonesia mencapai 137 juta.” tuturnya.

Bupati berharap, generasi muda NU tetap mempertahankan tradisi warisan pendahulu NU, seperti ritual keagamaan yang dilakukan sejak dulu seperti tahlil dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Berdasarkan data survei Alvara Center, ritual keagamaan milenial muslim di Indonesia saat ini melakukan tahlilan 87 persen, merayakan Maulid Nabi sebanyak 91, 4 persen, melakukan qunut subuh 75,4 persen dan melakukan ziarah ke makam ulama 59,8 persen. Tentu ini menunjukkan masyarakat negeri ini secara kultural adalah NU.” pungkasnya. ( Yasik, Fer )