Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-02-2011
  • 454 Kali

Kebanggaan Kusir Delman, Saat Bupati Dan Isteri Menaikinya

News Room, Rabu ( 02/02 ) Ada kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi kusir delman (dokar), Masudi (38) warga Desa Bragung Kecamatan Guluk-guluk. Tanpa pernah mengira, delman yang setiap harinya mangkal di Pasar Ganding ini, ternyata akan mendapat penumpang Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Kharim, M.Si beserta istrinya, Ny. Hj. Wafiqoh Jamila, S.Pd. Dari penanggungan ke lapangan Guluk-guluk untuk menghadiri kegiatan kulminasi Program 99 hari Bupati dan Wakil Bupati dan Peluncuran APBD Kabupaten Sumenep 2011. “Saya bangga bisa melayani Bupati dan ibu, berdua naik dokar sekitar 3 kilometer dari sini. Mudah-mudahan bisa membawa kebaikan bagi saya, keluarga dan mamsyarakat disini,”ujar Masudi. Sebab, menurut pria lulusan Madrasah Aliyah ini, mungkin jarang seorang kusir delman seperti dirinya dibutuhkan Bupati seperti saat itu. Dengan memberikan pelayanan yang baik kepada Bupati, bapak 1 anak ini mengaku seperti mendapat rejeki dan penghormatan lebih, bukan karena nilai ongkosnya. Hanya saja, Masudi tetap berharap keberadaan delman yang mungkin sudah banyak yang punah dibeberapa tempat di Sumenep dan daerah lain, tidak sampai berimbas ke Guluk-guluk dan Ganding. Apalagi, hingga ada larangan karena dianggap mengganggu lalu lintas jalan raya. Sebab, pekerjaan kusir delman sudah merupakan pekerjaan turun-temurun sejak kakek buyutnya dulu. Bahkan, ketika dirinya lulus Madrasah Aliyah, karena tidak bisa melanjutkan ke perguruan tingga karena tidak memiliki biaya, akhirnya meneruskan jasa ayahnya sebagai kusir delman. Sehari-hari Masudi mengaku bolak-balik Bragung-Pasar Ganding dengan tarif perorang Rp. 2.000,00 yang setiap hari berhasil memperoleh sekitar Rp. 25.000,00 hingga Rp. 30.000,00 Namun, ketika hari pasaran pendapatnnya bisa bertambah mulai dari Rp. 50.000,00 bahkan lebih. Hanya saja, ketika ada hajatan maupun kegiatan karnaval dan acara seperti itu biasanya delmannya langsung dikontrak antara Rp. 200.000,00 mulai dari mendandani hingga selesai acara. “Syukurlah, untuk kebutuhan hidup-sehari-hari bersama isteri dan anak cukup, disamping juga sambil bertani. Mudah-mudahan, kelak anak kami akan bisa mendapat kedudukan yang lebih baik,”pungkasnya. ( Ren, Esha )