Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-02-2008
  • 854 Kali

Kebutuhan Meningkat, Konsumen Minyak Tanah Antri

News Room, Sabtu ( 02/02 ) Meski pendistribusian minyak tanah dari Pertamina Depo Camplong tidak ada pengurangan, namun ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk memperoleh minyak tanah, masyarakat harus rela antri di pangkalan minyak tanah. Pemilik pangkalan minyak tanah Desa Parsanga Kecamatan Kota Sumenep, Erwin Bahtiar menuturkan, sejak 2 hari lalu persediaan stock minyak tidak mampu memenuhi pembeli, sebab pembeli minyak tanah mulai membludak, padahal jauh hari sebelumnya kelangkaan minyak tanah tidak terjadi dan persediaan minyak tanah, masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Secara terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, H. Achmad Sadik, S.Sos mengatakan, yang menyebabkan kelangkaan minyak tanah, akibat dampak semakin tingginya kebutuhan masyarakat akhir-akhir ini, seiring adanya issu harga BBM dunia akan merangkak naik, sehingga prilaku masyarakat membeli minyak tanah sangat berlebihan. Saat ini masyarakat membeli minyak tanah setiap hari antara 15 hingga 20 liter, padahal sebelumnya rata-rata pembelian minyak tanah hanya 5 liter setiap hari, selain perubahan prilaku masyarakat nelayan dan pengguna mesin diesel yang juga memanfaatkan minyak tanah sebagai bahan campuran solar. H. Achmad Sadik menyatakan, pendistribusian minyak tanah dari Pertamina Depo Camplong ke Kabupaten Sumenep pada setiap hari antara 85.000 hingga 105.000 liter, bahkan pada hari-hari tertentu mencapai 125.000 liter. Menyinggung upaya penambahan jatah minyak tanah, mantan Camat Pragaan ini mengungkapkan, jatah minyak tanah untuk wilayah Madura mencapai 320.000 liter dan pendistribusian ke masing-masing Kabupaten setiap hari fluktuasi, artinya pengiriman minyak tanah disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah. (Yasik,Esha )