News Room, Senin ( 26/04 ) Setelah pemerintah mencanangkan Gerakan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) sebagai langkah konkret untuk mengantisipasi kekurangan pangan serta menyongsong swasembada pangan dimana mendatang. Kaitan dengan itu, Kecamatan Guluk-guluk telah melakukan pemberian bantuan benih berupa padi, kedelai dan jagung hibrida kepada kelompok tani, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se Kecamatan Guluk-guluk. Melalui pemberian bantuan benih tersebut diharapkan para petani dapat meningkatkan produksi usaha taninya. Hal ini disampaikan Kepala UPTD Pertanian Tanaman Pangan Kecamatan Guluk-guluk, Suryadi, SP saat ditemui News Room di ruang kerjanya, Senin pagi (28/04). Menurut Suryadi, sebelum ada program P2BN, rata-rata para petani masih menanam jagung lokal. Hal ini disebabkan karena sangat sulit untuk diarahkan kepada penanaman jagung hibrida dan komposit, dengan alasan, disamping harga bibitnya mahal, petani juga beranggapan hasil panennya tidak tahan lama, dan harga jualnya lebih murah. Suryadi memaparkan, dengan program P2BN, varitas jagung hidrida dan komposit ternyata hasil produksinya meningkat tajam. Terbukti, berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan petugas BPS dan Penyuluh Pertanian, untuk jagung hidrida bisa mencapai 7 hingga 8 ton per-hektar, sedangkan jagung komposit mencapai 4 hingga 5 ton per-hektar, yang sebelumnya hasil rata-rata produksi jagung lokal diwilayah Guluk-guluk hanya sekitar 2,5 ton per-hektar. Suryadi mengatakan, dengan areal tanam sebelum tahun 2007 rata-rata dibawah 100 hektar, dan pada tahun 2007/2008 setelah program P2BN mencapai 1.000 hektar lebih, atau meningkat 2 kali lipat. Sedangkan untuk tanaman padi dan kedelai juga ada peningkatan produksi, karena perbaikan mutu benih yang berlabel dan mutu intensifikasi bulan April 2008, produksi kedelai mencapai 16 ton per-hektar, dan padi mencapai 7 ton per-hektar. ( JuP-23, Esha )