News Room, Kamis ( 13/ 11 ) Sebagai Ibukota Kabupaten Sumenep, Kecamatan Kota Sumenep tumbuh menjadi orientasi kegiatan pelayanan dan sosial serta perdagangan dan jasa, sehingga terjadi pemusatan aktifitas yang disertai peningkatan jumlah penduduk, dan kepadatan bangunan. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya resiko bahaya kebakaran. Berdasarkan fakta tersebut, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, pada Sosialisasi Perencanaan Tata Ruang yang digelar pada Senin (13/11) di Pendopo Kecamatan Kota Sumenep, membahas rencana pembentukan WMK (Wilayah Menajemen Kebakaran). Sebagai antisipasi dan meminimalisir bahaya kebakaran yang dapat terjadi setiap saat. Kepala Bidang Perencanaan Kota dan Lingkungan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep, Ir. Renita Salanti, MT mngatakan, dalam sosialisasi ini akan dipaparkan rencana teknis pemadam kebakaran, berdasar fakta dan analisa yang terjadi di lapangan. “Oleh karena itu perlu masukan dan pendapat dari para tokoh masyarakat yang hadir saat ini sebagai penyempurnaan rencana teknis yang telah dibuat, sehingga dalam pembentukan WMK dapat berjalan maksimal,â€Âtegas Renita didepan para peserta. Dalam Rencana Teknis Sistem Pemadam Kebakaran, Kecamatan Kota Sumenep akan dibagi menjadi 4 WMK, pembagian wilayah tersebut berdasarkan kondisi dan tingkat resiko kebakaran yang dimiliki. Selain akan dilakukan dilingkungan Pemadam Kebakaran mulai dari peremajaan dan penambahan fasilitas, seperti Mobil PMK haya 1 unit yang bisa dioperasikan, POK PMK yang representatif, serta perbaikan SDM mulai dari pelatihan penambahan personel, serta memberdayakan masyarakat untuk menjadi petugas kebakaran mandiri, dilingkungannya masing-masing. ( Gun, Esha )