Media Center, Rabu ( 29/08 ) Musim kemarau ini menyebabkan sebagian kawasan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilanda kekeringan. Terdapat 27 Desa di 10 Kecamatan daratan alami kekeringan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Rahman Riadi mengatakan, kekeringan di wilayah Sumenep terjadi sejak bulan Juni lalu. Dan BPBD telah melakukan pengiriman bantuan air ke sejumlah Desa.
"Kekeringan saat ini berdampak pada masyarakat di 27 Desa yang tersebar di 10 Kecamatan," katanya, Rabu (29/08).
Sepuluh Kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Batuputih, Pasongsongan, Saronggi, Rubaru dan Kecamatan Dasuk.
"Rinciannya dari 27 Desa itu, 10 Desa mengalami kering kritis, dan 17 Desa mengalami kekeringan langka," tuturnya.
Rahman mengungkapkan, sebagai antisipasi bencana kekeringan yang berdampak pada masyarakat tersebut, pihaknya sudah melakukan sinergitas dengan seluruh perangkat daerah, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan aparat kewilayahan, untuk mengoptimalkan penanganan bencana kekeringan.
"Kami akan menggelar rapat koordinasi (rakor) penanggulangan bencana kekeringan untuk memaksimalkan penanganan di lapangan. Dengan ketersediaan air yang masih memadai," ungkapnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh perangkat daerah, aparat di wilayah, baik Camat dan Kepala Desa, agar cepat tanggap dalam merespon laporan dari masyarakat, sehingga penanggulangan bisa lebih optimal.
"Aparat wilayah juga harus mengevaluasi kondisi di wilayah masing-masing, sehingga semua Desa bisa terdeteksi mengenai potensi terjadinya bencana kekeringan, aparat harus rajin melaporkan kondisi di wilayahnya masing-masing," pungkasnya. ( Nita, Esha )