News Room, Kamis ( 16/04 ) Kelompok Tani Barokah Desa dan Kecamatan Guluk-Guluk ternyata memang merupakan kelompok tani yang sudah lama malang melintang di usaha pertanian, khususnya untuk tanaman kedelai. Bahkan, eksistensinya semakin jelas, ketika pada awal berdirinya pada tahun 1998 hanya beranggotakan 37 orang, saat ini sudah menampung 97 anggota. Ketua Kelompok Tani Barokah, Mattahar, ketika dihubungi saat penilaian oleh Tim Penilai Agribisnis Tingkat Nasional, Rabu malam (15/04) mengungkapkan, untuk mengembangkan usaha tani khususnya di kelompok Barokah, pihaknya selalu melaksanakan pertemuan rutin setiap dua minggu sekali. “Kami rutin mengadakan pertemuan dua minggu sekali, untuk membicarakan perkembangan kegiatan kelompok dan membahas berbagai persoalan anggota terkait dengan usaha pertanian,†papar Mattahar. Dijelaskannya, saat ini kelompok tani Barokah telah mengolah 35,5 hektar lahan, yang semuanya ditanami kedelai, dengan produktifitas panen kedelai mencapai 2,4 ton per hektar. Padahal sebelumnya hanya menghasilkan 1,4 per hektar. Hal itu karena kelompok ini mengaplikasikan teknologi budidaya kedelai sesuai petunjuk dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, melalui penyuluh pertanian setempat. Melalui teknologi yang ada, para petani yang tergabung dalam kelompok mengikuti arahan petugas penyuluh pertanian. Para petani menggunakan benih unggul berlebel varietas Wilis, penggunaan pupuk berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) berdasarkan sistem pengendalian hama terpadu (PHT) serta melakukan panen dan pasca panen sesuai anjuran. Bahkan, untuk masalah pemasaran kedelai menurut Mattahar, kelompoknya sudah tidak bingung lagi kerena sudah menjalin kerjsama dengan Koperasi Sumber Agung yang selalu siap menampung dan memasarkan hasil produksi kedelai di Desanya. Jika sebelumnya petani bisa menghasilkan Rp. 12 juta lebih per hektar dengan asumsi harga kedelai Rp. 6.000 per kilogram, maka tahun ini dipastikan akan ada peningkatan hasil, karena harga kedelai naik menjadi Rp. 7.000 perkilogram. Menjawab beberapa pertanyaan dari tim penilai sekitar dua jam yang dilaksanakan sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 23. 50 WIB tadi malam, Mattahar optimis akan mendapatkan penilaian yang bagus. Pihaknya bersyukur apabila bisa keluar sebagai juara di tingkat nasional, setelah sebelumnya meraih juara pertama di tingkat Jatim pada lomba Agribis Kedelai Tingkat Jatim 2008 lalu. ( Ren, Adjie )