Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-06-2013
  • 1257 Kali

Keluar Asap Berbau Belerang, Warga Mulai Terserang Gatal-gatal

News Room, Kamis ( 20/06 ) Warga Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, terus dihantui kejadian alam. Pasca tanah di daerah setempat terbelah dan amblas pada Sabtu (15/06) kemarin, kini mereka harus menerima peristiwa baru. Karena, sejak Selasa (18/06) malam, tanah yang terbelah itu tiba-tiba mengeluarkan asap berbau belerang dan juga bercampur pasir. Bahkan, warga setempat mulai terserang gatal-gatal disertai pusing. Salah seorang petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Ahyar menjelaskan, asap bercampur pasir disertai bau belerang itu, hanya keluar selama 2 jam. Itu pun pada malam hari. “Sudah 2 malam ini, tanah yang terbelah itu mengeluarkan asap bercampur pasir disertai bau belerang. Keluarnya tidak lama, hanya dua jam. Pada kemarin malam (19/06) sekitar pukul 19.30 WIB, asap tersebut mulai keluar. Tapi, 2 jam kemudian hilang,”katanya. Dengan kejadian baru tersebut, lanjut Ahyar, warga yang berada diradius 200 meter dari tanah yang mengeluarkan asap bercampur pasir berbau belerang, langsung dievakuasi ke Posko. “Kami pastikan disekitar tanah yang mengeluarkan asap berbau belerang sudah tidak ada penduduknya. Mereka sudah dievakuasi ketempat yang lebih aman,”terangnya. Saat ini, jumlah pengungsi yang berada di Posko penampungan bertambah dari 36 menjadi 40 KK atau sekitar 150-an jiwa. “Seluruh warga sudah banyak yang mengungsi, karena tanah terbelah itu terus bergerak hingga kedalaman sekarang mencapai 200 meter. Kalau kondisi hujan, pergerakannya cukup cepat, yakni tiap hari 1 meter. Untung saja, sejak kemarin intensitas hujan menurun, sehingga pergerakan tanah terbelah juga mulai lamban,”ujarnya. Selain itu, dampak dari keluarnya asap berbau belerang mulai dirasakan warga setempat. Ada sekitar 5 orang yang mengalami gatal-gatal dan 36 orang pusing. “Seluruh warga yang mengalami gatal-gatal dan pusing, sudah diobati oleh tim medis. Tapi, belum ada yang mengetahui penyebab gatal-gatal dan pusing yang dialami warga tersebut,”ungkap Noval, salah seorang Tim Medis yang bertugas di Posko pengungsian di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Sumenep. ( Nita, Esha )