Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-08-2021
  • 115 Kali

Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Sebabkan Inflasi Bulan Juli 2021

Media Center, Senin ( 02/09 ) Kenaikan sejumlah harga komoditas di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyebabkan terjadinya inflasi pada bulan Juli 2021, sebesar 0,42 persen.

Laju inflasi Sumenep di atas angka inflasi Jawa Timur dan Nasional yang berada di angka 0,17 persen dan 0,08 persen.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Syaiful Rahman, SE, MT, Senin (02/08/2021).

Ada 7 kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,07 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,05 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,40 persen.

Kemudian kelompok transportasi sebesar 0,11 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen.

"Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kabupaten Sumenep di bulan Juli 2021 yaitu tukang bukan mandor, cabai rawit, tomat, cumi-cumi dan bawang merah," paparnya.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -1,03 persen. Dan 3 kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu kelompok kesehatan; kelompok pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

Syaiful juga mengungkapkan, untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari – Juli) 2021 sebesar 0,99 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2021 terhadap Juli 2020) sebesar 2,37 persen.

"Dari 8 Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim, tingkat inflasi tahun kalender Kota Surabaya tertinggi yaitu sebesar 1,20 persen, disusul Kabupaten Sumenep di posisi kedua sebesar 0,99 persen dan yang terendah Kota Malang sebesar 0,55 persen. Sementara tingkat inflasi tahun ke tahun tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 2,37 persen dan yang terendah di Kota Malang sebesar 1,03 persen," ungkapnya. ( Nita, Fer )