,b>News Room, Jum’at ( 17/04 ) Sosok Kepala lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi panutan bagi anak didiknya, nampaknya tidak dimiliki oleh Kepala Madrasah Ibtida’iyah (MI) Tarbiyatul Adfal, berinisial US dan Kepada MTs An-nur berinisial FM, semuanya berlokasi di Kecamatan Bluto. Sebab, keduanya tega menganiaya seorang siswanya bernama Sehel (10), warga Desa Sera Tengah, Kecamatan Bluto, hingga babak belur. Korban, yang masih duduk di kelas 2 MI Tarbiyatul Adfal ini, dihajar habis-habisan oleh kedua pelaku tersebut, pada Kamis (16/04) kemarin, di halaman sekolahnya, gara-gara mencium anak perempuan yang masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK). Menurut saksi mata, Imam Mahdi (13), warga setempat mengatakan, kedua pelaku itu memukul korban dengan tangan kosong. Ketika kali pertama dipukul, korban berusaha lari. “Tapi, Kepala MI dan MTs ini justru mengejar korban, lalu menghajar korban hingga pingsan dan mengeluarkan darah dimata bagian kanan. Karena, korban dipukul dileher bagian belakang, kepala dan dahi,†terang Imam, pada wartawan, Jum’at (17/04/). Dengan kondisi pingsan, kata dia, korban langsung dilarikan ke Bidan Desa setempat. Karena dikhawatirkan terjadi gegar otak, akhirnya korban dirujuk ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bluto. Karena tidak terima atas perilaku yang dilakukan kedua Kepala Sekolah itu, maka kedua orang tua korban, yakni Takwa dan Subadri, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bluto. Sementara, Kapolsek Bluto, AKP Sutrisno mengaku telah menerima laporan mengenai adanya penganiayaan itu. “Saat ini kami sedang memeriksa sejumlah saksi, termasuk saksi pelapor. Sedangkan saksi korban masih belum bisa dimintai keterangan,â€Âujar Sutrisno, pada wartawan di kantornya, Jum’at (17/04). Selain memeriksa para saksi, pihaknya juga sudah mengajukan visum atas korban kepada dokter yang bertugas di Puskesmas Bluto. “Untuk sementara, hasil visum belum didapat, tapi kami berjanji akan mengusut kasus ini,â€Âtegasnya. ( Nita, Esha )